MASIGNASUKAv102
1370936496007230995

Bekerja dan Berusahalah!

Bekerja dan Berusahalah!

Foto: Ilustrasi by Pixaby
Tidak ada kepastian kapan pandemi akan segar berakhir. Begitu juga dengan kematian, tak tau kapan ajal akan menjemput. Yang pasti semua akan mati dan kehidupan di dunia akan berakhir. Selama masih hidup, bekerjalah dan berusahalah!

Teringat nasehat seorang pimpinan pada waktu itu, "Bekerjalah sekan hidup selamanya, beribadahlah sekan mati esok." 

Berdoa tanpa bekerja, adalah sebuah kesia-siaan. Bekerja tanpa berdoa, adalah sebuah kesombongan.

Dalam sebuah akun media sosial dari salah satu postingan akun media sosial tersebut yakni @teladan.rasul, penulis membaca sebuah postingan yang menyentuh sebagai pengingat dan untuk mengingatkan kita semua. Berikut ini isinya:

Bekerja dan Berusahalah!

Umar Radhiyallahu'anhum berkata, "Janganlah seorang dari kalian hanya duduk saja tidak mencari rezeki, ia berdoa, 'Ya Allah, berilah aku rezeki.' Sungguh, kalian tahun bahwa langit tidak menurunkan emas dan perak."

Ibnu Mas'ud Radhiyallahu'anhu juga pernah menyampaikan, "Sungguh aku membenci seorang laki-laki yang tidak memiliki kesibukan; tidak dalam urusan dunianya dan tidak pula dalam urusan akhiratnya."

Bekerja keraslah. Berusaha giatlah. Minimal agar kita bisa mandiri, tidak menjadi beban orang lain, dan tidak meminta-minta. Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya seseorang dari kalian yang pergi mencari kayu bakar yang dipikul di atas pundaknya itu lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik diberi atau tidak." (HR. Bukhari)

Syaikh 'Aid Al Qarni memberikan pujian bagi orang yang giat bekerja. Beliau memyampaikan. "Keringat orang yang bekerja jauh lebih baik daripada minyak kasturi yang menebar dari orang yang hanya duduk-duduk tanpa bekerja. Suara terengah-engah lebih merdu daripada nyanyian orang-orang yang malas."

Bekerja keraslah. Berusaha giatlah.

Selain agar kita bisa mandiri, bekerja dan berusaha juga agar kita berbagi untuk orang-orang di sekitar kita. Allah memerintahkan berulang kali kepada kita di dalam Al Qur'an untuk menginfaqkan harta di jalan Allah.

Rasulullahu'alaihi wa sallam juga pernah berpesan kepada sahabat Amru bin Ash Radhiyallahu'anhu, "Wahai Amru, sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh hamba yang shalih." (HR. Ahmad)

Bagi orang shalih harta dimiliki akan digunakan di jalan kebaikan. jika dimakan, makan akan menjadi tenaga untuk beribadah. Jika dipakai, maka akan digunakan untuk menutup aurat dan pakaian yang baik untuk beribadah dan beraktivitas. Jika dikendarai, maka menuju tempat-tempat penuh berkah dan kebaikan. Jika diinfaqkan, maka akan berupa makanan yang membantu orang lapar, beasiswa yang membantu pelajar yang kekurangan, mushaf dan buku yang disebarkan, sekolah, pesantren, masjid, sumur dan lainnya yang dibangun untuk kebaikan masyarakat luas.

Baca juga: Hikmah Sakit

Sumber: IG @teladan.rasul

<a href="https://www.bayupradana.com/" rel="nofollow">Bayu Pradana</a>
Bayu Pradana

Blogger Indonesia di Bali asal Sumatera Utara.

Yuk! Kasih komentar dengan bijak, lalu bagikan ke media sosialmu dan jangan lupa kembali lagi yak! (No Spam)