Anak Rantau, Yuk! Lakukan Hal Ini Agar Betah di Perantauan



Tips untuk Anak Rantau
Tips untuk Anak Rantau | Unplash

Bayupradana.comAnak Rantau, Yuk! Lakukan Hal Ini Agar Betah di Perantauan - Perantauan adalah orang yang berasal dari daerah lain kemudian mendiami suatu daerah atau negara tertentu untuk mencari kehidupan, seperti bekerja, berbisnis dan sebagainya.

Umumnya disebut anak rantau atau anak perantauan jika orang tersebut masih tergolong muda, sedangkan dari kalangan orang tua umumnya disebut orang rantau atau orang perantauan.

Sebagai anak rantau yang sudah berdomisili di kota Denpasar Bali selama kurang lebih 9 tahun, Saya ingin berbagi tips buat kamu anak rantau yang memutuskan ingin merantau dalam waktu dekat, atau kamu yang sudah diperantauan saat ini.

Butuh proses memang dalam beradaptasi di daerah baru yang didiami. Kebiasan baru harus kamu lakukan, sebab kamu berada di daerah baru yang memiliki ragam kebiasaan atau aktivitas yang tidak jarang berbeda dengan kebiasaan di tempat asal kamu tinggal.

Terutama kebiasan saat kamu masih tinggal dengan orang tua. Saat merantau, otomatis akan jauh dari orang tua dan melakukan semuanya sendiri. Tidak jarang juga baru beberapa hari diperantauan sudah rindu kampung halaman, rindu orang tua dan sebagainya.

Dibalik rasa senang berada diperantauan, bakal mengalami situasi dimana kamu akan merasa jenuh dan gak betah. Banyak hal yang akan membentuk kepribadian kamu untuk menjadi lebih dewasa dan mandiri.

Seiring dengan berjalannya waktu serta kesibukan pekerjaan, kamu akan terbiasa dengan kehidupan sehari-hari karena semakin banyak kegiatan juga lebih banyak punya teman, bahkan kebanyakan dari mereka juga anak rantau, walaupun kampung halamannya tidak sejauh kampung halaman kamu, seperti kampung halaman saya nan jauh dimata di Sumatera Utara sana.

Hal berikut ini adalah tips untuk anak perantau agar betah di perantauan.

1. Berdoa

Mulailah dengan berdoa, agar kamu bisa menjalani kehidupan di perantauan dengan baik. Jangan bosan berdoa karena dengan ini kamu bisa lebih tenang menjalani hidup. Berdoa agar dimudahkan segala urusan dan dijauhkan dari marabahaya. Jangan lupa berdoa untuk orang tua kamu di kampung halaman. Karena mereka tidak akan pernah lupa untuk selalu mendoakan anaknya.

2. Ramah dan Supel

Saat pertama kali kamu bertemu dengan orang-orang asli daerah rantau, berusahalah bersikap ramah, tersenyum adalah modal utamanya. Coba untuk berbincang dan cari tahu tentang daerah tempat kamu tinggal tersebut. Misalnya, tanya tempat makan terdekat, atau minimarket terdekat. Carilah bahan obrolan yang ringan-ringan dan tetap sopan. Tapi terlebih dulu lihat juga kondisi orang yang akan diajak bicara, apakah waktunya pas atau tidak. Cara ini adalah cara terbaik untuk memudahkanmu mendapat teman dengan mudah. Asalkan jangan SKSD ya, sok kenal sekedarnya aja, hehe.

3. Berani

Di sini kamu akan dituntut untuk bisa melakukan segala sesuatunya sendiri. Jika memang kamu belum mengenal siapapun di perantauan, berusahalah untuk mengandalkan dirimu sendiri. Kamu harus memiliki keberanian, seperti berani untuk memulai obrolan, berani mengenali lingkungan sekitar dan mulai menjalin pertemanan. Kamu harus pandai bergaul mencari teman yang baik.

4. Rajin

Oleh karena kamu telah mandiri, mau tidak mau kamu harus bisa lebih rajin dari biasanya. Sekalipun kamu adalah seorang pemalas akut, kamu harus berjuang untuk bisa hidup lebih bersih, hehe. Kenyamananmu juga ditentukan dari sikapmu. Ingat, kamu sedang tidak dekat dengan orang tua. Rajin-rajin ya, jangan malas!

5. Bebas Jangan Bablas

Kalau biasanya kemana-mana kamu harus minta izin dulu sama orang tua, kali ini kamu bisa bebas kemanapun tanpa izin mereka. Karena mereka telah mengizinkanmu untuk merantau, anggap saja kamu telah dapat izin melakukan banyak hal di rantau. Asalkan tetap di jalan yang lurus ya. Tahu mana yang baik dan benar. Jangan terlalu bebas, bisa bahaya. Pikir sendiri aja.
Ada  baiknya kamu bisa bercerita dan meminta izin kepada orang tua via telepon. Hal ini akan memudahkan aktivitasmu, dan menghindarkan dari bahaya, sebab ada doa orang tua disetip langkahmu.

6. Jangan Lupakan

Kamu telah di ridhoi oleh orang tua untuk merantau, tapi kamu tak kan pernah tahu isi hati mereka yang telah rela melepasmu untuk berjauhan dari mereka. Maka dari itu, selalu sempatkanlah untuk menghubungi mereka. Agar mereka tidak terlalu mencemaskanmu. Bilang bahwa kamu baik-baik saja, dan sangat membutuhkan doa dari mereka agar betah dan di lancarkan segala urusan.

7. Perbanyak Kegiatan

Jika kondisi di tempat tinggalmu terlalu sepi atau para penghuni di sekitarmu tak begitu menyenangkan, carilah kegiatan lain (di luar jam kerja ya), misalnya cari komunitas anak rantau yang berasal dari daerah yang sama denganmu. Melalui media sosial misalnya, atau berkenalan di rumah ibadah seperti di Masjid. Sebisa mungkin membangun persaudaraan, pasti akan bertemu teman satu daerah kamu nantinya, atau carilah kegiatan sesuai dengan hobimu, entah berolahraga di lapangan terdekat atau semacam alun-alun, memancing mungkin, atau hal lain yang pasti bermanfaat. Tapi kalau seandainya kamu sudah lelah dengan pekerjaanmu, cukup istirahat saja, jangan malah keluyuran nggak jelas ya.

Kurang lebih hal di atas itu yang saya lakukan di perantauan. Tentunya masih banyak hal mendetail yang kamu bakal alami sendiri, atau jika ada tips lain yang pernah kamu alami, bisa berbagi di kolom komentar ya, agar bisa membantu kawan lainnya yang membutuhkan tips semacam ini. Bagikan juga di media sosial kamu ya. Terima kasih.


Post a Comment

2 Comments

Yuk! Kasih komentar dengan bijak, bertanggung jawab dan jangan sungkan dibagikan yak