Definisi Zakat, Jenis, Besaran dan Golongan Penerima Zakat

Definisi Zakat, Jenis-Jenis Zakat, Besaran Zakat dan Golongan Penerima Zakat

Halaman ini membahas tentang definisi zakat, jenis zakat, besaran yang dikeluarkan untuk membayar zakat dan golongan yang wajib menerima zakat (mustahik) yang wajib diketahui umat muslim yang taat.

Sebagaimana zakat fitrah yang wajib dibayarkan dipenghujung bulan Ramadhan. Membayar zakat bukan hanya sekadar menunaikan kewajiban, namun lebih daripada itu. Karena zakat dimaknai sebagai salah satu cara yang dianjurkan dalam Islam untuk mensucikan diri, membersihkan harta, dan berbagi kepada sesama.

Bukan hanya zakat fitrah, ada banyak jenis-jenis zakat, siapa saja yang berhak menerima zakat, serta berapa besaran zakat yang wajib dibayarkan menurut kategorinya masing-masing. Semua penjelasannya ada di bawah ini. Silakan membaca artikel ini sampai selesai.

Apa yang dimaksud dengan Zakat?

Dalam sejarah zakat zaman Nabi, termasuk juga jenis-jenis zakat dan penerima zakat, memang tidak banyak mengalami perubahan. Namun, yang diyakini saat ini tentunya adalah cara yang terbaik yang wajib kita amalkan. Sebagai rukun Islam ke-4, zakat adalah salah satu hal terpenting dalam Islam untuk menegakkan syariat.

Sebelum mengetahui secara lengkap jenis-jenis zakat yang wajib diketahui, ada baiknya terlebih dahulu kita mengenal definisi zakat. Di mana secara definisi, zakat adalah mengeluarkan sebagian harta dalam waktu tertentu (haul atau ketika panen), dengan nilai tertentu dan batasan yang telah ditetapkan syariat (nishab).

Zakat yang wajib dibayarkan sesuai jenis-jenis zakat yang ada adalah sebesar 2.5%, 5%, 10%, atau 20% dan hendak diberikan kepada orang-orang tertentu, seperti fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil.

Apa itu Nishab?

Nishab dimaknai sebagai ukuran atau batas terendah yang telah ditetapkan oleh syariat untuk menjadi pedoman menentukan kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memilikinya, jika telah sampai pada ukuran tersebut.

Orang yang memiliki harta dan telah mencapai nishab atau bahkan lebih, maka diwajibkan untuk mengeluarkan zakat. Karena, sayang sekali jika kita melewatkan atau bahkan mengabaikan zakat. Di mana manfaat zakat nantinya akan kembali kepada diri kita.

Jenis-jenis Zakat dan Besaran yang Dikeluarkan


✓ Zakat Fitrah

Orang yang wajib membayar zakat fitrah adalah semua muslim laki-laki dan perempuan, termasuk bayi, anak-anak dan orang dewasa. Kaya atau miskin, di mana orang-orang tersebut memiliki makanan pokok lebih dari sehari.

Waktu mengeluarkan zakat fitrah, boleh di awal Ramadhan, namun diwajibkan saat tenggelamnya matahari dipenghujung Ramadhan atau menjelang shalat Idul Fitri.

Besaran zakat fitrah adalah 2.5 kg beras.

✓ Zakat Profesi

Zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila mencapai nishab (520 kg beras).

Besaran zakat profesi adalah total penghasilan x 2,5%

✓ Zakat Perdagangan

Zakat perdagangan ini berlaku pada individu dan atau badan usaha, dengan nishab 85 gram emas.

Besaran zakat perdagangan adalah (Modal diputar + keuntungan +piutang yang dapat dicairkan) - (hutang - kerugian) x 2.5%

✓ Zakat Simpanan

Di mana uang simpanan dikenakan zakat  dari jumlah saldo akhir, dnegan nishab 85 gram emas.

Besaran zakar simpanan adalah saldo akhir x 2.5%

✓ Zakat Hadiah

Jika komisi dari hasil prosentasi keuntungan perusahaan kepada pegawai maka wajib zakat 10%, dengan nishab 85 gram.

Besaran zakat hadiah adalah jika komisi berasal dari hasil profesi, maka zakatnya seperti zakat profesi.

✓ Zakat Pertanian

Zakat pertanian adalah zakat yang dikeluarkan dari hasil pertanian atau panen yang nishabnya 520 kg beras.

Besaran zakat pertanian adalah 5% apabila menggunakan irigasi yang mengeluarkan biaya perairan atau 10% apabila menggunakan perairan alami (air hujan) dan tidak mengeluarkan biaya.

✓ Zakat Deposito

Zakat deposito adalah, uang simpanan atau tabungan yang dikenakan zakat dari jumlah saldo akhir apabila telah mencapai haul dengan nishab 85 gram.

Besaran zakat deposito adalah saldo akhir x 2.5%

✓ Zakat Emas dan Zakat Perak

Zakat emas dan zakat perak adalah zakat yang dikenakan atas kepemilikan perak dengan capaian nishab 595 gram.

Besaran zakat perak adalah:

  • Apabila tidak dipakai atau hanya dipakai setahun sekali, maka zakat yang dikeluarkan = jumlah perak x harga perak 2.5%
  • Apabila ada yang dipakai, maka besaran zakat perak yang dikeluarkan = (jumlah perak - perak dipakai) x harga perak x 2.5%

Siapa Saja Golongan Penerima Zakat?

Ada 8 golongan yang wajib menerima zakat (mustahik), antara lain:

1. Orang Fakir

Orang fakir miskin adalah orang yang tidak memiliki kemampuan untuk mencukupi kebutuhan diri.

2. Orang Miskin

Orang miskin adalah orang yang butuh, tetapi kondisinya lebih baik daripada orang fakir.

3. Amil

Amil zakat adalah para petugas yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menghimpun dan mencatat.

4. Mualaf

Mualaf adalah orang yang baru masuk Islam dan diharapkan keIslamannya menjadi lebih baik.

5. Riqab

Riqab adalah hamba sahaya atau budak yang tidak memiliki kemerdekaan atas dirinya.

6. Gharim

Gharim adalah orang-orang yang memiliki beban biaya orang lain atau utang yang harus segera dibayar.

7. Fisabilillah

Fisabilillah adalah orang-orang yang dengan sukarela memperjuangkan agama Allah.

8. Ibnu Sabil

Ibnu sabil adalah orang-orang yang bepergian jauh dari satu negeri ke negeri lain tanpa bekal.

Baca juga: Bekerja dan Berusahalah!

Nah itu tadi pengetahuan tentang definisi zakat, jenis zakat, besaran yang dikeluarkan untuk membayar zakat dan golongan yang wajib menerima zakat (mustahik). Semoga artikel ini membantu menambah pengetahuan kita ya. Jika ada kekeliruan dalam penulisan, silakan berikan komentar di kolom komentar ya. Dan, jangan lupa bayar zakat! Sampai jumpa pada artikel berikutnya. Salam!

Baca juga: Hikmah Sakit oleh Ustadz Salim A. Fillah

Source: Istimewah

0 Comments

Yuk! Kasih komentar menarik tentang artikel ini, lalu bagikan ke media sosialmu dan jangan lupa kembali lagi ya.. (No Spam)