Evolusi Sistem Pembayaran di Indonesia dan Peran Penting BRIAPI

Evolusi Sistem Pembayaran


Mengamati evolusi sistem pembayaran serta beragam cara bertransaksi, menjadi bahasan yang menarik dalam perekonomian. Apalagi, setiap negara memiliki sistem pembayaran yang tidak sama dan telah disesuaikan dengan kondisi ekonomi masing-masing.

Dengan memahami evolusi sistem pembayaran yang berbeda di setiap masanya, maka seseorang tidak hanya memahami fungsi uang namun juga perubahan bentuknya. Sejarah uang yang tidak singkat membuat perjalanannya penuh arti hingga dikenal di era modern ini.

Mengenal Evolusi Sistem Pembayaran di Indonesia

Beberapa aktivitas masyarakat tidak pernah lepas dari kegiatan perekonomian. Hal tersebut juga yang memengaruhi terjadinya perkembangan sistem pembayaran dari masa ke masa, termasuk di Indonsia.

Berikut ini terdapat 6 sistem pembayaran di Indonesia yang mewarnai kegiatan perekonomian masyarakat, antara lain:

1. Barter

Barter adalah sistem transaksi saling bertukar barang. Aktivitas barter dilakukan sebelum uang tercipta. Sistem pembayaran ini dianggap sah jika kedua belah pihak menyetujui dan saling membutuhkan, dengan syarat nilai barang yang ditukarkan harus sama.

2. Uang Kartal (Uang Fisik)

Uang kartal merupakan uang fisik terbitan bank sentral dan mulai diatur secara resmi serta diproduksi secara massal, dan dapat digunakan oleh masyarakat untuk aktivita jual beli yang sah. Pada masa itu, uang kartal menjadi temuan terbesar dalam sejarah evolusi sistem pembayaran di Indonesia.

Uang kartal terbagi menjadi dua jenis, yakni uang kertas berwujud lembaran kertas yang memiliki cap yang khas serta nominal yang memiliki nilai tukar, dan uang logam yang berwujud koin berbahan utama aluminium.

3. Uang Giral (Paper Based)

Uang giral merupakan sejumlah dana yang berasal dari bank umum berupa cek, nota debit/kredit dan bilyet giro. Banyak negara telah bertransaksi dengan uang giral sebagai sarana pertukaran layaknya uang tunai namun lebih fleksibel.

Untuk dapat bertransaksi menggunakan uang giral, sistem pembayaran di Indonesia satu ini tidak boleh sembarangan, karena proses transaksinya resmi dan harus melalui kliring dari Bank Indonesia (BI) atau melalui bank umum atas ijin BI.

4. Uang Elektronik (Card Based) atau E-money

E-money atau uang elektronik menjadi sistem pembayaran yang sangat dikenal masyarakat. Pasalnya, transaksi pembayaran jenis ini menggunakan kartu, seperti kartu kredit, kartu debit dan uang elektronik (e-money) yang dikeluarkan langsung oleh bank dan berfungsi sebagai pembayaran maupun penarikan uang tunai.

Uang elektronik biasanya memiliki limit penyimpanan yang tidak lebih banyak dari bank. Namun, dengan menggunakan kartu ini, Anda dapat berbelanja di tempat tertentu yang menyediakan pembayaran lewat e-money, seperti supermarket, hotel, restoran, dan sebagainya.

5. Mata Uang Virtual (Virtual Currency)

Evolusi sistem pembayaran satu ini sempat populer dan menjadi perbincangan banyak pihak. Sesuai namanya, mata uang virtual atau virtual currency merupakan rekening penyimpanan uang secara virtual dan dapat ditransaksikan via internet di seluruh dunia.

Seperti, trading, forex, hingga belanja di luar negeri. Beberapa jenis mata uang virtual yang paling dikenal adalah Bitcoin, Stellar, Ethereum, dan sejenisnya.

6. Platform (Platform Based Transaction)

Selanjutnya, ada platform sebagai bagian dari evolusi sistem pembayaran di Indonesia yang telah dirancang secara masif oleh industri keuangan dan perbankan. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi jasa keuangan agar pembayaran lebih mudah diakses melalui sistem digital, seperti e-wallet, mobile banking dan internet banking.

Lebih jauh lagi, sudah banyak startup fintech yang mengembangkan platform sebagai salah satu cara menawarkan layanan utama, seperti pelayanan tiket online untuk travel agent, pemesanan barang di e-commerce hingga jasa transportasi (ride-hailing).

Sistem pembayaran ini juga menawarkan program multi-line yang ada pada layanan jasa keuangan. Dengan begitu, selain bisa bertransaksi dan mendapatkan pelayanan dari bank, konsumen juga dapat melakukan aktivitas keuangan lain melalui platform tertentu.

Guna meningkatkan hal tersebut, BRIAPI hadir sebagai layanan open banking terbaik. Dengan BRIAPI, BRI telah mengintegrasikan berbagai layanan perbankan ke banyak platform, sehingga sangat mendukung segala jenis sistem pembayaran di Indonesia.

Proses ini didukung pula dengan hyper-collaboration sebagai kunci yang tepat, supaya pihak bank dapat membentuk ekosistem kolaboratif, terkoneksi dan terintegrasi dengan baik. Evolusi sistem pembayaran digital challenger bank sekarang ini telah tertuju pada value bagi nasabah melalui berbagai platform.

Berbagai sistem pembayaran sampai saat ini terus menerus memunculkan inovasi baru untuk mempermudah transaksi dan bisnis. Menurut penjelasan dari pihak BI, terdapat 3 unsur penggerak dalam evolusi transaksi, yakni tradisi masyarakat, model bisnis & inovasi teknologi, serta kebijakan otoritas.

Peran Penting BRIAPI Terhadap Evolusi Sistem Pembayaran di Indonesia

Tampilan Desktop BRIAPI
Tampilan Desktop BRIAPI

Bank Indonesia dalam dukungannya, memfasilitasi sistem pembayaran melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025. Program ini disusun sebagai bagian dari kebijakan sistem pembayaran BI, guna menavigasi peran industri di era ekonomi digitalisasi pada 2025 mendatang.

Visi BSPI 2025 terdiri dari 5, yaitu sistem pembayaran ritel, pembayaran dalam nilai besar termasuk infrastruktur dan pasar keuangan, open banking, digitalisasi dan data, dan juga sistem perijinan pengawasan dalam reformasi regulasi.

Inilah wujud dukungan BSPI 2025 untuk mencegah merosotnya perekonomian sekaligus pemulihan bisnis serta sistem pembayaran di Indonesia. Harapannya, masyarakat mudah melakukan berbagai pembayaran.

Hal ini pun berkaitan dengan BRIAPI terhadap evolusi sistem pembayaran di Indonesia yang harus disadari berbagai pihak dan akan berubah dari waktu ke waktu. BI sebagai bank sentral berperan penting atas berkembangnya sistem pembayaran dan menjaga agar selalu berjalan baik, termasuk bertanggungjawab untuk menyempurnakan sistem digitalisasi.

Oleh karenanya, BRIAPI hadir memberikan kemudahan untuk mengimplementasikan sistem pembayaran melalui beragam aplikasi. BRIAPI sendiri adalah kepanjangan dari BRI Application Programming Interface pertama di Indonesia sesuai standar BI yang diciptakan untuk pengembangan ekosistem digital.

Berikut 3 peran penting BRIAPI terhadap evolusi sistem pembayaran di Indonesia, yaitu:

1. Memfasilitasi Segala Transaksi Digital

Pembangunan ekonomi saat ini sangat memerlukan peran dari bank dan lembaga keuangan sekaligus menyediakan akses pembiayaan. Kehadiran BRIAPI inilah yang membuat sistem pada sektor keuangan berjalan baik.

Terbukti, 700 mitra lebih telah terkoneksi BRIAPI, seperti DOKU, OVO, Shopee, dll. Selain itu, untuk memudahkan para nasabah, pada aplikasi tersebut telah tersedia pula layanan BRI Virtual Account (BRIVA) dan BRI Direct Debit.

2. Bekerja Sama dengan Perusahaan Non-Digital

Supaya lebih mudah dijangkau, layanan BRIAPI terintegrasi pula dengan perusahaan non-digital, seperti pada lembaga pendidikan, yakni di Universitas Sanata Dharma (USD). Kampus yang berlokasi di Jogjakarta ini telah didukung BRIVA untuk kemudahan segala pembayaran dan tersedia pula proses pembayaran dengan sistem cicilan berkat BRIAPI.

3. Mendukung UMKM dengan Alat Pembayaran Non-Tunai

Evolusi sistem pembayaran di Indonesia bersama BRIAPI juga mendukung pelaku UMKM untuk memudahkan proses transaksi agar lebih praktis dengan pilihan pembayaran non-tunai maupun digital.

BRIAPI sangat memahami kebutuhan transformasi digitalisasi UMKM, seperti dapat melakukan transaksi melalui BRIVA, hal ini sebagai dukungan untuk mewujudkan cashless society. Pelaku UMKM pun dapat memanfaatkan layanan API Informasi Mutasi untuk mengecek aktivitas perbankan.

BRIAPI juga hadir dengan beragam inovasi terkini yang terintegrasi dengan banking service BRI. Dalam pengembangannya, API begitu memudahkan karena tidak hanya terdapat fitur dan layanan pembayaran, namun juga sebagai alat bantu manajemen finansial.

Kebutuhan masyarakat akan terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Untuk itu, sistem pembayaran di Indonesia pun harus turut mendukung agar semakin memudahkan segala transaksi perdagangan. Semoga bermanfaat!


Posting Komentar

0 Komentar