Jangan Biarkan Forklift Elektrik Anda Menggunakan Baterai Selain Baterai Enelore Lithium Ion


Seberapa penting sebenarnya penggunaan baterai enelore lithium ion untuk forklift elektrik? Sepanjang pengalaman saya, forklift elektrik membutuhkan baterai lithium-ion untuk kegiatan operasi berukuran sedang hingga besar. Terlebih jika forklift tersebut harus menjalankan beberapa shift. 

Tidak dapat dipungkiri bahwa harga baterai jenis ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan baterai timbal-asam. Namun, jenis baterai ini menawarkan banyak manfaat, terutama penghematan biaya dalam jangka panjang.

Manfaat Baterai Enelore Lithium Ion Untuk Forklift Elektrik

Manfaat utama dari jenis baterai ini adalah durabilitasnya yang mencapai kurang lebih 36 bulan. Terlebih penggunaannya 40% lebih hemat energi dibandingkan baterai timbal-asam. Yang tak kalah penting adalah efisiensinya yang jauh di atas diesel. Intinya, jenis baterai ini didesain untuk bertahan lebih lama, dimana hal ini menjadikannya sebagai alternatif.

Seringnya mengganti baterai tentunya tidak hemat biaya dan membuang waktu operator atau teknisi. Selain itu, baterai enelore lithium ion untuk forklift elektrik dapat menahan suhu yang sangat rendah tanpa gagal. Maka tak heran, jika baterai ini sangat ideal untuk aplikasi di luar ruangan.

Saya sudah sering sekali mengamati kinerja baterai asam timbal yang sebelumnya menjadi jenis baterai yang paling umum digunakan. Teknologi ini sudah ada sejak abad 19 dan disebut wet cell battery. Beberapa forklift juga menggunakan baterai asam timbal, karena harganya relatif murah.

Baterai Enelore Lithium Ion

Baterai asam timbal ini terdiri dari pelat timbal yang direndam dalam larutan elektrolit dan menghasilkan listrik melalui reaksi elektrokimia antara pelat timbal dan campuran asam sulfat 30 hingga 50% dan air suling.

Pengisian daya juga cenderung lebih lama, yaitu 6 hingga 8 jam, di mana pengisian manual dilakukan setelah shift terakhir dengan arus rendah hingga terisi 100%. Pengisian daya yang lama ini masih harus diikuti dengan pendinginan selama 6 hingga 8 jam sebelum baterai digunakan kembali. Hal ini tentu tidak efisien dan sangat membuang waktu. Terlebih, baterai forklift asam timbal ini memiliki umur yang lebih pendek yakni tidak lebih dari 5 tahun.

Berbeda dengan baterai enelore lithium ion yang kini telah menjadi pilihan utama para manufaktur forklift modern. Baterai jenis ini semakin banyak digunakan secara luas di perangkat elektronik konsumen dalam beberapa dekade terakhir.

Baterai lithium-ion terdiri dari katoda, elektrolit (lithium), anoda, pemisah, dan 2 pengumpul arus (positif dan negatif). Berbagai bahan kimia terjadi pada baterai lithium-ion, di mana yang paling populer untuk forklift adalah lithium besi fosfat untuk menghasilkan energi listrik. Sementara anoda dan katoda menyimpan lithium.

Ketika baterai lithium-ion habis, elektrolit bergerak dari anoda ke katoda melalui pemisah yang membawa ion lithium bermuatan positif dari anoda ke katoda. Saat baterai sedang diisi, cairan elektrolit bergerak dari katoda ke anoda melalui pemisah, membawa ion lithium bermuatan negatif. Baterai lithium-ion mudah diisi melalui pengisian daya karena pengisiannya cepat. Pengisian ini menggunakan charger khusus dengan arus tinggi untuk mengisi baterai dengan cepat.

Opportunity charging dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan atau saat yang paling nyaman, membuat baterai lithium-ion lebih efisien. Jika dirawat dengan baik, baterai forklift lithium-ion akan bertahan hingga 3.000 siklus atau 10 tahun dengan 300 hari kerja setiap tahunnya.

Forklift Listrik Perlu Baterai Enelore Berbasis Lithium-ion

Baterai Enelore Lithium Ion


Sejauh ini, saya melihat bahwa forklift listrik terbaru, terutama dari pabrikan Toyota yang sudah terkenal reputasinya itu, dapat menjamin peningkatan produktivitas. Waktu pengisian daya yang singkat tentu dapat mempercepat proses produksi. Hanya butuh waktu tak lebih dari dua jam, supaya forklift dapat langsung dipakai kembali. 

Manfaat terbesar dari baterai forklift lithium-ion adalah dapat meningkatkan runtime secara dramatis. Dibandingkan dengan kurva pelepasan linear baterai timbal-asam, kurva pelepasan baterai lithium-forklift jauh lebih datar.

Artinya, voltase pada terminal baterai berubah sangat sedikit dengan rentang pengoperasian yang luas. Dengan demikian, baterai menahan lebih banyak daya meskipun daya hampir habis.

Yang tak kalah penting adalah perawatan baterai yang tidak terlalu membuang waktu dan tenaga. Saya sempat mengalami momen dimana baterai timbal-asam pada forklift yang tidak di cek secara berkala. Saat itu, baterai mengalami sulfasi baterai, dimana air suling tidak diisi secara teratur. Hal ini tidak perlu dilakukan dengan baterai enelore lithium ion.

Baterai Enelore Lithium Ion

Mengapa demikian? Karena, jenis baterai ini dilengkapi dengan sel tertutup, sehingga pengguna tidak repot dengan proses pengisian air suling. Baterai Li-ion dapat tetap berada di dalam forklift lebih lama. Tidak hanya itu, jenis baterai ini tidak menghasilkan emisi yang berbahaya, terutama untuk jenis industri tertentu.

Gunakan Baterai Enelore Lithium-Ion untuk forklift elektrik Anda. Dapatkan seri 8FBN25 yang hanya ada di PT Traktor Nusantara. Sebagai distributor tunggal Toyota, PT Traknus menjamin keaslian jenis baterai ini sekaligus garansi resmi dari Toyota.

Jangan ragu menghubungi Traknus Contact Center di 1500-072 atau chat WA di 0815-1106-1974. Saya menjamin bahwa Anda tidak akan salah pilih dengan semua produk yang ada di PT Traktor Nusantara. Semoga bermanfaat!