Candra Darusman, The Piano Man sang Legenda Musik Jazz


Siapa yang tak tahu Candra Darusman? Ia dikenal sebagai seorang musisi Jazz kenamaan Indonesia. Sang ayah adalah seorang pensiunan diplomat, sehingga keluarganya kerap kali berpindah tempat tinggal. Maka tak heran, jika sekolahnya pun juga berpindah-pindah, di antaranya Sekolah Indonesia Moscow - Moscow, Hamilton School - Mexico D, Instituto del York - Mexico DF, dan International School of Belgrade, Yugoslavia. Candra juga merupakan adik kandung dari Marzuki Darusman, seorang mantan Jaksa Agung.


Berawal Dari Dukungan Ayah Tercinta Hingga Mendalami Jazz

Kiprah Candra Darusman di dunia musik, memang sudah sejak dulu didukung oleh sang ayah, Suryono Darusman. Bahkan, ia diarahkan untuk belajar alat musik, mulai dari gitar hingga piano. Berkat ketekunannya berlatih, ia pun menjadi mahir memainkan beragam alat musik.


Memasuki usia dewasa, Candra mulai mendengarkan karya musisi-musisi Jazz Indonesia ternama seperti Mus Mualim, Nick Mamahit, Jack Lesmana, Idris Sardi, Bubi Chen, dan lain-lain. Dari sanalah kemudian ia mencoba mendalami musik jazz.


Sementara itu, saat Candra masih berstatus sebagai mahasiswa FE UI, grup musik Chaseiro pun terbentuk yang anggotanya terdiri dari Helmie Indra Kesuma, Irwan Indra Kesuma, Rizali Indra Kesuma, Aswin Sastrowardojo, Norman 'Omen' Soni Sontani, dan Edwin 'Eddy' Hudioro. Bersama Chaseiro, mereka berhasil menelurkan sebanyak lima album debut Musica Studios, di antaranya Pemuda (1979), Bila (1980), Tiga (1981), Ceria (1983), dan Persembahan (2001).


Karimata yang Mengharumkan Nama Bangsa

Pada 1986, karir bermusik Candra semakin gemilang. Bersama dengan para musisi handal, seperti Erwin Gutawa, Uce Haryono, Aminoto Kosin, dan Deny TR, membentuk Karimata yang merupakan grup musik jazz berbalut nuansa musik etnis tradisional Indonesia. Beruntungnya, pada tahun yang sama, Karimata berhasil mempertunjukkan karya mereka pada Ajang North Sea Jazz di Belanda.


Sungguh merupakan sebuah kebanggaan, karena Indonesia memiliki anak-anak muda yang bisa diandalkan serta memiliki semangat bermusik yang luar biasa serta mampu mengharumkan bangsa.


Candra Darusman, The Piano Man sang Legenda Musik Jazz

Tak hanya sebagai musisi, Candra juga pernah menduduki posisi cukup baik di Citibank Jakarta, menjadi pengajar di Institut Penyiaran dan MC, Jakarta, menjadi pengajar di Fakultas Ekonomi UI, dan sebagai Peneliti LPEM UI. Namun, ia lebih memilih fokus pada karir bermusiknya.


Selain itu, Candra adalah seorang pemimpin sekaligus pengajar di perusahaan Triple M Music Studio|CiptaSwara|Music Production House, yaitu perusahaan pembuatan jingle iklan dan ia juga memproduseri pembuatan album penyanyi-penyanyi terkenal, seperti Fariz RM, Ruth Sahanaya, Vina Panduwinata, dan Uta Likumahua. Pada tahun 80an, Candra juga sempat mencicipi menjadi solois dan mengeluarkan dua album yang bertajuk Kau dan Kekagumanku.


Tak bisa dipungkiri, karir bermusik Candra hingga kini masih membara, walau tak cukup berjaya seperti masa dulu, namun keterlibatan seorang Candra dalam event-event musik jazz, seperti JakJazz dan Jazz Goes to Campus, masih sangat diharapkan dan memberi warna tersendiri.


Candra juga kerap aktif dalam organisasi musik dan beberapa organisasi dibidang perlindungan hak cipta, baik di dalam dan luar negeri. Bahkan saat ini, ia dipercayakan sebagai konsultan dari Indonesia untuk World Intelektual Property Organization (WIPO), merupakan organisasi yang dibentuk PBB untuk menangani segala persoalan Hak atas Karya Intelektual (HaKI). Berpusat di Jenewa, Swiss, organisasi ini beranggotakan 175 negara.


Beruntungnya seorang Candra karena bisa diberi kesempatan menjalani kehidupan yang dinamis. Ya, seperti musik yang selalu memiliki harmonisasi sempurna kepada para penikmatnya.


Selain pernah memiliki grup musik Chaseiro dan Karimata, Candra Darusman juga pernah berkolaborasi dengan musisi-musisi muda Indonesia, seperti Andien, Dian Sastro, dan beberapa penyanyi Indonesia papan atas lainnya yang berada dalam satu album Detik Waktu yang dirilis pada 2018.


Pada tahun yang sama pula, ia mengadakan konser bertajuk The Piano Man. Di mana konser ini adalah konser pertamanya setelah berkarir di dunia musik selama kurang lebih 40 tahun. Inilah sang legenda musik jazz yang sesungguhnya.


Untuk kembali mengingat dan bernostalgia dengan karya-karya Candra Darusman, beberapa rekomendasi lagu Candra Darusman ini pernah populer di zamannya dan masih asyik untuk didengarkan, seperti Indahnya Sepi, Kekagumanku, Makna Nostalgia, Kau, Balada Seorang Dara, Panggilan Jiwa, dan lain-lain.


Itulah tadi biografi Candra Darusman, semoga artikel ini dapat membawa manfaat, atau sekadar bernostalgia dengan karya-karya Candra Darusman.