Ilmu Kira-Kira vs Ilmu Mutawatir

Advertise Here

[BAYUPRADANA.COM] Ilmu Kira-Kira vs Ilmu Mutawatir oleh © Doni Riw via t.me/doniriw_channel - Ungkapan yang mengatakan bahwa Rasulullah rèmbès juga mungkin mencuri jambu jika di Arab ada pohon jambu, ternyata hanya bermodal ilmu kira-kira.

Ilmu kira-kira adalah membayangkan hidup Rasul sama dengan kehidupan yang dijalani oleh si pengira-ira.

Ilmu kira-kira menurutnya wajar saja. Karena semua informasi yang sampai ke kita hari ini juga berasal dari "jarene" (kata orang).

Padahal perbandingan kebenaran yang dihasilkan dari ilmu kira-kira dengan kebenaran yang dihasilkan dari ilmu periwayatan mutawatir adalah bagaikan cahaya kunang-kunang vs cahaya matahari.

Memang, semua informasi tentang hadits, sunnah, dan sirah Nabi yang sampai ke kita hari ini datang melalui "jarene" (kata orang) alias periwayatan dari generasi ke generasi.

Namun demikian, periwayatan ini bukan sembarang periwayatan.

Para ulama terdahulu sudah menyusun ilmu periwayatan hadits dan sirah Nabi dengan rinci dan teliti.

Hadits dan Sirah nabi sendiri menempati posisi sangat penting karena merupakan sumber hukum yang merinci sumber hukum utama; Al Quran.

Maka dari itu sangat wajar jika para Ulama tidak main-main dalam hal ini.

Di dalam ilmu Hadits, sebuah Hadits tergolong mutawatir ketika diriwayatkan oleh masing-masing lima perowi tsiqoh di setiap tobaqoh (generasi) nya.

Logikanya, para perowi dalam jumlah banyak dan lintas generasi dan tidak saling kenal itu mustahil bersepakat berbohong.

Maka Hadits dan Sirah Nabi yang mutawatir ini bisa kita pastikan tingkat kebenarannya hingga 99.99%.

Sedangkan tingkat kesalahan ilmu kira-kira dari si penceramah adalah 100% ketika bertentangan dengan Hadits dan sirah yang telah terbukti mutawatir.

Alangkah mengerikan ketika umat diajari dengan ilmu kira-kira.

Ilmu Islam yang telah disampaikan Nabi, diriwayatkan oleh sahabat, dan dibangun oleh Ulama dengan super  serius dan hati-hati selama belasan abad, bisa hancur lebur dalam semalam di balik lisan jahil yang hanya bermodal kira-kira.

Tetapi Allah telah berjanji akan menjaga kebenaran agama ini sampai akhir nanti.

Maka jangan heran jika kebatilan itu segera Allah buka lebar di depan ummat.
Advertise Here
========= BACA JUGA =========

Advertise Here