10 Tempat Wisata Terbaik di Aceh dan 10 Kuliner Khas yang Populer


BAYUPRADANA.COMTempat Wisata Terbaik di Aceh dan Kuliner Khas yang Populer - Aceh adalah provinsi yang letaknya paling barat di Indonesia. Ibu kota provinsi Aceh adalah Banda Aceh. Dikenal memiliki tempat wisata terbaik di Aceh dan kuliner khas enak yang populer. Pasca tsunami, Aceh bangkit dan semakin dikenal hingga ke mancanegara melalui destinasi wisatanya, seperti wisata religi, museum, budaya, adat istiadat, pantai, dan lain sebagainya.

Jika Anda ingin berkunjung ke Aceh, ingin menikmati objek wisata terbaik di Aceh dan kuliner khas yang populer. Anda perlu menyimak daftarnya yang terangkum berikut ini.

Dilansir dari visitaceh.id, daftar wisata terbaik di Aceh yang populer sepanjang tahun 2019, diantaranya:

1. Masjid Raya Baiturrahman

Selalu menjadi urutan pertama destinasi favorit Aceh, Masjid Raya Baiturrahman merupakan masjid yang indah dengan sejuta sejarah perang Aceh dulu. Masjid Raya Baiturrahman dibangun pada saat Kesultanan Aceh.

Terdapat dua versi sejarah tentang riwayat pembangunan masjid ini. Sebagian sumber menyebutkan masjid ini didirikan pada 1292 M oleh Sultan Alauddin Johan Mahmudsyah. Sedangkan, sumber lainnya menyebutkan masjid ini didirikan oleh Sultan Iskandar Muda pada 1612 M.

Masjid Raya Baiturrahman semakin indah setelah dilakukan renovasi sejak 2015 lalu dan di resmikan oleh Wapres Jusuf Kalla pada 13 Mei 2017, sehingga kini memiliki payung raksasa sebanyak 12 unit. Payung-payung raksasa ini lantas menjadi daya tarik baru wisatawan berkunjung untuk sekedar berfoto dan shalat berjamaah.

2. Museum Tsunami Aceh

Menjadi tempat sejarah terjadinya Tsunami Aceh 2004, Museum Tsunami Aceh menjadi objek wisata yang diincar wisatawan luar Aceh, baik lokal maupun wisatawan internasional.

Museum Tsunami Aceh dibangun dalam bentuk unik berupa pusaran ombak laut yang didalamnya terdapat peninggalan Tsunami dulu, mulai dari bangkai helikopter, miniatur kedahsyatan Tsunami, hingga video dan foto suasana saat Tsunami.

3. Pantai Lampuuk

Pulih dari tragedi Tsunami Aceh 2004 silam, Pantai Lampuuk kini menjadi primadona lagi bagi wisatawan.

Setelah terlahir kembali, banyak hal-hal menarik baru yang terdapat di Pantai Lampuuk, sehingga membuat liburan menjadi lebih asik, salah satunya dengan adanya wanaha Banana Boat. Pasir putih dan lembut membuat wisatawan ingin berlama-lama di Pantai Lampuuk.

4. Pantai Iboih

Masih di Kota Sabang, terdapat sebuah pantai yang indah dan selalu jadi incaran para wisatawan, yaitu Pantai Iboih. Pantai Iboih terkenal dengan air lautnya yang jernih dan terdapat karang-karang indah dibawahnya.

Bagi Anda pecinta snorkling dan menyelam, Pantai Iboih adalah tempat yang Anda cari.

Sambil menikmati keindahan pantai ini, Anda bisa menyantap kuliner khas Sabang, yaitu Sate Gurita.

5. Kilometer 0 Indonesia

Sebagai daerah yang terletak di ujung barat Indonesia, Aceh di karuniai sebuah objek wisata unik, yaitu Monumen Kilometer 0 Indonesia (KM 0 Indonesia) yang terletak di Sabang. Jika Anda berhasil ke Kilometer 0 Indonesia, artinya Anda sudah berada di ujung Indonesia bagian barat.

Kilometer 0 Indonesia bukanlah hanya sekedar simbol semata, karena Anda juga bisa menikmati pemandangan indah dari tepi tebing, sambil menikmati sajian kuliner Sabang yang tersedia di lokasi wisata.

Untuk bisa ke KM 0, Anda harus menempuh jarak sekitar 1 Jam dari pusat Kota Sabang.

6. Hutan Mangrove

Identik dengan warna hijau, Hutan Mangrove di Kota Langsa berhasil menjadi destinasi terbaik Aceh untuk 2019. Terletak di Kuala Langsa, Hutan Mangrove begitu indah terbentang panjang dilahan seluas 5.000 hektar, terdapat 35 jenis mangrove dengan usia tanaman mencapai ratusan tahun.

Terbentuknya Hutan Mangrove berkat kepedulian pemerintahan setempat dalam mengembangkan ekowisata di Kota Langsa yang juga bermanfaat untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Jika berada di Aceh, Anda bisa datang langsung ke Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa yang jaraknya 167 km dari Medan dan 436 km dari Banda Aceh.

7. Taman Bunga Celocia

Mulai viral awal tahun 2019, Taman Bunga Celocia menjadi pusat perhatian wisatawan yang ingin menikmati pemandangan bunga-bunga cantik di sana.

Terletak di Aceh Jaya, wisatawan lokal Aceh maupun dari luar Aceh berbondong-bondong ke taman ini untuk melihat bunga Celocia.

Untuk singgah ke sana, Anda harus menempuh perjalanan darat sekitar 125 kilometer selama kurang lebih tiga jam dari pusat Ibu Kota Aceh, Banda Aceh. Harga tiket masuk adalah Rp 10 ribu per orang dan gratis untuk anak-anak.

Bunga-bunga yang indah tersebut berhasil menjadikan taman ini sebagai destinasi terbaik Aceh.

8. Danau Lut Tawar

Berjuluk negeri diatas awan, Aceh Tengah memiliki sebuah danau yang indah yang terletak di pinggiran Kota Takengon. Danau Lut Tawar memiliki luas 5.472 hektar dengan panjang 17 kilometer dan lebar 3,219 kilometer. Danau ini dikelilingi oleh pengunungan.

Udara dan suasana di Danau Lut Tawar begitu sejuk, sehingga jika Anda ke sana tidak perlu repot-repot cari penginapan yang ber-AC karena cuaca yang begitu dingin dipagi hari dan sejuk disiang hari.

Anda bisa merasakan pemandangan indah Danau Lut Tawar jika terbang dengan pesawat, karena pesawat yang hendak ke Aceh biasa melintasi danau ini.

9. Tuan Tapa

Bergeser ke Aceh Selatan, terdapat objek wisata unik dan penuh dengan misteri, yaitu Tuan Tapa. Sebuah objek yang terdapat diatas akang berupa bentuk kaki dengan ukuran 6×2,5 meter. Jejak tapak tersebut mengarah ke laut.

Dalam sebuah cerita legenda Aceh Selatan, tapak kaki tersebut merupakan miliki dari Tuan Tapa yang makannya juga berada di Aceh Selatan dengan ukuran yang besar.

Nama Tuan Tapa sendiri diadopsi menjadi nama ibukota Aceh Selatan, Tapaktuan.

10. Pantai Ujong Blang

Terletak di Kota Lhokseumawe, Pantai Ujong Blang merupakan salah satu destinasi favorit penduduk lokal dan wisatawan saat akhir pekan. Pantai ini termasuk ramah untuk anak-anak, karena garis pantainya tidak terlalu vertikal. Orang tua bisa memantau anaknya dari tempat istirahat yang tidak terlalu jauh dari pantai.

Warung di Pantai Ujong Blang menyediakan berbagai menu ringan seperti mie instan rebus, rujak hingga air kelapa. Uniknya, pengunjung terkadang di suguhkan dengan pemandangan para nelayan yang menarik jaring di tepi pantai. Tak lupa pula di pantai ini dilengkapi spot foto yang kekinian dengan latar belakang berbentuk LOVE dan ornamen menarik lainnya.

Dan tak lengkap rasanya menikmati wisata terbaik di Aceh tanpa mencoba kuliner khas Aceh yang populer. Anda perlu coba kuliner hingga cemila yang akan mebuat ketagihan.

Berikut ini adalah daftar 10 kuliner khas Aceh yang populer dan nikmat membuat ketagihan, wajib Anda coba selama berada di Aceh, diantaranya:

1. Mie Aceh

Mie yang satu ini bisa dikatakan makanan Aceh paling mainstream, karena tersedia hampir diseluruh indonesia. Mie yang dimasak dengan berbagai macam rempah yang begitu menggoda. Mie Aceh juga bisa disajikan dengan tambahan isi seperti kepiting, cumi-cumi, udang atau jamur.

Disantap dengan kuah atau pun mie goreng kering, kenikmatannya tepat sama tergantung selera penikmatnya. Mie Aceh bisa dibilang sebagai kuliner Aceh kebanggaan.

2. Sate Matang

Sate yang terkenal karena dagingnya yang empuk, karinya yang lezat dan bumbu kacangnya yang gurih. Tekstur daging yang padat membuat makan jadi lebih lahap pastinya.

3. Martabak Telur Aceh

Martabak ini terbuat dari tepung terigu yang ditutui dengan telur yang sudah dicampur dengan berbagai jenis sayur yang telah dipotong kecil-kecil. Biasanya disajikan dengan acar bawang merah dan cabe rawit. Martabak telur Aceh ini juga nikmat jika disajikan bersama Mie Aceh sebagai menu tambahan.

4. Ayam Tangkap

Ayam yang digoreng dengan berbagai macam rempah dan bumbu, seperti daun temurui, bawang merah, bawang putih dan cabai hijau. Biasanya disajikan dengan bumbu kecap dan nasi yang hangat untuk mendapatkan cita rasa yang sempurna.

5. Kuah Pliek U

Berbagai jenis sayuran segar yang dicampur dan dimasak dengan bumbu khusus. Pliek U adalah kelapa yang sudah difermentasi. Kuah Pliek U semakin sedap rasanya jika di masukkan keong patarana.

6. Sie Reuboh Puteh, a.k.a Daging Masak Putih

Daging sapi yang direbus dengan santan dan bumbu lainnya ini memiliki rasa yang unik. Selain dagingnya yang empuk, rasa manis membuat makanan ini digemari anak-anak dan orang dewasa yang tidak menyukai masakan yang pedas dan asin.

Makanan ini selalu ada dalam acara-acara adat di Aceh, mulai dari acara pernikahan, buka puasa bersama hingga festival makanan.

7. Roti Canai

Tepung terigu yang sudah dibentuk bulat dimasak dengan menggunakan mentega. Canai enak di konsumsi dengan perpaduan kuah seperti durian, kari ayam, kari kambing, cokelat atau pun hanya gula pasir.

Roti canai merupakan cemilan yang praktis yang bisa cocok dengan berbagai jenis kuah. Meskin pun disebut cemilan, roti canai sangat mengenyangkan.

8. Bubur Kanji Rumbi

Bubur yang terbuat dari beras pulen, ditumbuk kasar yang direbus dengan campuran rempah-rempah seperti, ketumbar, lada, bawang merah, jahe, biji pala dan adas manis. Biasa disajikan dengan ayam, udang atau telur setengah matang di atasnya.

Bubur ini menjadi salah satu menu favorit untuk buka puasa di bulang ramadan.

9. Gule Kambing

Daging kambing yang empuk dimasak dengan potongan nangka muda. Memiliki rasa yang unik dan menggugah selera. Biasa disajikan dengan minuman timun serut (I Boh Timon).

Gule Kambing ini enak disantap saat makan siang, lho!

10. Keumamah, a.k.a Ikan Kayu

Ikan kayu atau eungkot Keumamah, ini sudah terkenal sejak masa peperangan di Aceh dulu. Ikan yang dikeringkan ini sangat nikmat bila dimasak dengan gulai Aceh dan dijadikan sebagai menu utama.

Kuliner yang satu ini ternyata dapat bertahan dengan waktu yang lama, sehingga selalu enak untuk dinikmati dalam jangka panjang. Keumamah juga bisa menjadi oleh-oleh yang banyak di jumpai di toko souvenir.

Nah, itu tadi 10 tempat wisata terbaik di Aceh dan 10 kuliner khas yang populer hingga ke mancanegara yang nikmatnya menggetarkarkan lidah. Jika info ini bermanfaat, silahkan bagikan ke akun media sosial Anda ya. Jangan lupa visit Aceh setelah ini. Terima kasih, salam.