Apa Perbedaan Sales dan Marketing Staff? Berikut Definisinya


BAYUPRADANA.COMApa Perbedaan Sales dan Marketing Staff? Berikut Definisinya - Apa yang dimaksud sales dan Marketing?? Sales dan marketing, selama ini banyak orang masih bingung dengan kedua istilah ini. Banyak orang yang menganggap bahwa dua istilah tersebut memiliki makna sama. Padahal sebenarnya berbeda.

Simaklah ilustrasi berikut: Indah adalah salah satu staf marketing di perusahaan kosmetik yang baru saja berdiri. Sebagai staf marketing, tugas Indah sangat kompleks, mulai dari melakukan riset tentang seberapa besar kira-kira sebuah produk baru akan direspons positif oleh masyarakat, meneliti dan mengamati serta mempelajari pesaing yang memiliki usaha sejenis, Membuat strategi marketing, melakukan sounding sebelum produk baru tersebut di launching, Ma sampai dengan melakukan pendekatan emosional kepada masyarakat luas agar mereka menyukai produk yang baru saja diluncurkan.

Tugas Indah sebagai salah satu staff marketing di perusahaan tersebut sangat menyita waktunya. Lain dengan indah, untuk menambah-nambah uang saku, Asri rela menjadi SPG di perusahaan yang memproduksi kosmetik untuk wanita. Makin banyak produk atau barang yang ia jual, akan semakin besar komisi yang ia dapatkan, begitu pula sebaliknya. Tujuan utama seorang sales adalah menjual barang sebanyak-banyaknya kepada konsumen, makin banyak maka semakin bagus.

Dari ilustrasi di atas, bisa dikatakan bahwa sales adalah dari marketing. Bila diibaratkan dalam sebuah keluarga, Marketing adalah ibu, sedangkan sales Adalah anaknya. Marketing mencakup keseluruhan kegiatan, mulai dari awal hingga akhir. Bila diibaratkan dalam organ tubuh manusia, Marketing adalah otak yang bertugas mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan penyampaian 'pesan' dari produsen ke konsumen.

Marketing staff

Berikut ini adalah definisi marketing menurut beberapa ahli.

  • Menurut William J stanton, marketing merupakan keseluruhan sistem mulai dari tujuan dan penentuan harga hingga proses promosi dan mendistribusikan barang atau jasa kepada konsumen dan calon konsumen.
  • Menurut H nystrom, pada intinya marketing merupakan proses penyaluran barang dari tangan produsen ke konsumen.
  • Menurut Philip dan Duncan, marketing adalah serangkaian proses penyaluran barang berwujud dari produsen ke konsumen.
Dari beberapa definisi menurut para ahli di atas bisa kita simpulkan bahwa Marketing adalah serangkaian proses, yang berarti tidak hanya melibatkan satu proses, Tapi beberapa proses yang terkait di dalamnya. Terbukti dari ilustrasi di atas, seorang staff marketing terlihat memiliki tugas yang lebih Complicated dibandingkan dengan karyawan bagian sales.

Berikut ini adalah tugas atau strategi dari bagian marketing yang biasa disebut Marketing Mix.
1. Produk
Bagian marketing harus mempelajari produk yang akan mereka pasarkan. Bila dalam suatu perusahaan terdapat beberapa produk maka ia harus mengetahui produk mana yang harus lebih dulu diprioritaskan untuk dipasarkan. Tentu untuk mengetahuinya, bagian marketing perlu melakukan riset pasar terlebih dahulu, kira-kira Apakah produk tersebut akan diterima masyarakat ataukah tidak, Bagaimana dengan produk sejenis yang banyak bertebaran di pasaran, dan kira-kira apa yang bisa dibanggakan dari produk yang akan dipasarkan tersebut.

2. Price (Harga)
Harga adalah unsur penting yang tidak bisa dipisahkan begitu saja dari strategi pemasaran. Kadang, bagian marketing mengalami Dilema titik ketika mereka akan menaikkan harga, Mereka takut produknya tidak laku, tapi ketika ia menjual dengan harga yang terlalu murah, image masyarakat terhadap barang yang dijual juga akan negatif. Pendek kata, harga yang terlalu murah akan membawa image barang berkualitas jelek tapi harga yang terlalu mahal juga akan membuat konsumen maju mundur untuk membeli. Menentukan harga yang tepat adalah tugas dari bagian marketing

3. Place (Tempat atau saluran distribusi)
Lokasi-lokasi Seperti apakah yang kira-kira bagus dijadikan target pasar? Tentu saja bergantung pada jenis produk yang ditawarkan. Misalnya, produk berupa jaket tebal mungkin akan sangat cocok bila dipasarkan di daerah subtropis, tapi untuk daerah tropis, mungkin tidak terlalu cocok.

4. Promosi
Promosi adalah kegiatan memperkenalkan barang atau jasa yang diproduksi kepada masyarakat luas. Kamu sih tidak hanya bertarget agar masyarakat mengenal barang atau jasa yang ditawarkan, tapi juga agar masyarakat terpengaruh untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkan tersebut.

Promosi memiliki beragam jenis, terlebih setelah adanya era teknologi seperti saat ini. Jenis-jenis promosi pun semakin bertambah titik ada promosi offline seperti yang Biasanya kita lihat secara nyata, tapi juga ada promosi yang bersifat online melalui media internet, terutama melalui situs jejaring sosial. Promosi akan sangat menentukan laku atau tidaknya sebuah produk. Sebuah barang banyak disukai atau tidak bukan hanya bergantung pada kualitas barang tersebut tapi juga promosi yang dilakukan. Bagaimana masyarakat bisa tahu bahwa ada barang bagus yang berkualitas bila barang tersebut tak pernah dipromosikan?

Dahsyatnya, kekuatan promosi ini mendorong bagian marketing untuk melakukan promosi sebelum barang yang diluncurkan. Ibaratnya, calon konsumen diberi iming-iming terlebih dahulu sebelum barang benar-benar diluncurkan. Konsumen dibuat penasaran dengan beragam promosi yang menggiurkan. Makin tinggi rasa penasaran yang dimiliki oleh konsumen itu, artinya strategi promosi yang dilakukan semakin berhasil.

5. People (Orang)
Bila dahulu tujuan produsen menjadi produknya adalah untuk mengejar keuntungan, saat ini tujuan produsen bukan hanya mengejar keuntungan, tapi juga kepuasan konsumen (sesuatu yang tidak terlihat). Kepuasan konsumen menjadi salah satu target atau strategi marketing agar produk yang dihasilkan tetap diterima di masyarakat.

Pernahkah kita membeli sesuatu lalu berjanji dengan hati untuk tidak akan pernah membelinya kembali? Pernahkah pula kita langsung merasa cocok dengan barang yang kita beli dan ingin terus-menerus membelinya? Hal itu terjadi karena kita sudah merasa kurang cocok atau cocok dengan suatu produk. 

Kepuasan konsumen mungkin merupakan sesuatu yang tidak terlihat tapi bisa dirasakan dampaknya dalam jangka panjang. Bayangkan bila banyak konsumen yang komplain terhadap barang yang mereka konsumsi. Bukan tidak mungkin mereka akan berhenti mengonsumsi dan parahnya mereka menceritakan ketidakpuasan itu kepada konsumen yang lain sehingga yang lain pun ikut terpengaruh.

6. Process (Proses)
Proses ini pada intinya adalah memikirkan bagaimana agar produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut bisa sampai ke masyarakat. Tugas bagian marketing adalah menyampaikan pesan tersebut dengan baik.

Pernahkah anda melihat iklan di televisi yang tidak Anda mengerti artinya? Atau mungkin anda pernah melihat iklan yang sangat sederhana sehingga terlihat kurang biaya dan dibuat asal-asalan? Semua proses tersebut menjadi tanggung jawab bagian marketing.

7. Physical evidence (Bukti fisik)
Produk yang dipromosikan harus memiliki bukti. Karena tujuannya tak sekedar mencari keuntungan, tetapi juga kepuasan konsumen, maka sudah seharusnya bila keunggulan produk sewaktu dipromosikan memang benar adanya.

Sales

Bila marketing meliputi seluruh proses, mulai dari perencanaan hingga pengontrolan sebuah produk yang dijual, maka sales adalah bagian dari proses marketing tersebut. Sales lebih ditekankan kepada aksi untuk membuat pihak ketiga tertarik dan pada akhirnya memilih produk atau jasa yang ditawarkan.

Sales atau penjualan identik dengan interaksi secara langsung antara penjual dan calon konsumen yang didalamnya terdapat proses tawar-menawar harga, saling bertanya, berinteraksi satu sama lain, hingga menghasilkan 2 kemungkinan, yaitu konsumen membeli atau konsumen menunda pembelian. Meski demikian ada juga penjualan yang dilakukan secara tidak langsung atau dikenal dengan indirect selling yang biasanya dilakukan dengan bantuan internet.

Meskipun saya tidak serumit bagian marketing, tapi keberadaan sales tidak bisa dianggap remeh. Bagian sales juga harus menjual produk dengan hati dan penuh percaya diri, serta tidak boleh asal-asalan. Bila anda bayangkan Bagaimana hasilnya bila anda menjual sesuatu dengan asal-asalan atau semaunya sendiri.

Seperti halnya staff marketing, sales memiliki beberapa tugas dalam pelaksanaannya. Menurut Philip kotler, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan. Bila disimpulkan adalah sebagai berikut.

1. Klasifikasi pelanggan
Tentu tidak semua pelanggan mampu atau memiliki ketertarikan terhadap produk yang Anda tawarkan bukan? Pelanggan dibagi menjadi dua berdasarkan tertarik tidaknya terhadap produk yang akan Anda jual, yaitu pelanggan potensial dan pelanggan non potensial. Pelanggan yang potensial adalah pelanggan yang memiliki ketertarikan besar terhadap produk yang akan Anda jual, sebaliknya pelangganan non potensial adalah pelanggan yang tidak memiliki ketertarikan yang begitu besar terhadap produk atau jasa yang Anda jual.

Misalnya, Anda akan menjual tas dengan harga yang tinggi. Kira-kira Siapakah pelanggan potensial Anda? Dapatkah bila anda menawarkan tas berharga sangat mahal tersebut terhadap kelompok ibu-ibu dengan penghasilan rata-rata? Tentu saja tidak. Kita akan ditanggapi positif ketika kita menawarkan produk tersebut kepada ibu-ibu yang hobi berbelanja dengan budget yang tidak biasa.

Itulah pentingnya klasifikasi konsumen. Dengan klasifikasi, sebelum kita terjun langsung, kita bisa memperkirakan, kira-kira Di manakah kita akan diterima dengan baik dan di manakah kita bisa menjual banyak produk atau jasa.

2. Interaksi
Interaksi meliputi kegiatan pendekatan secara emosional antara penjual dengan calon pembeli. Proses pendekatan akan berimbas pada reaksi dari calon pembeli atau konsumen, entah positif atau negatif. Tentu saja, reaksi yang kita harapkan adalah reaksi yang positif dari proses interaksi ini, diharapkan antara bagian sales dan calon konsumen bisa saling memahami.

3. Transaksi
Transaksi adalah pertukaran barang yang dimiliki oleh penjual dengan uang yang dimiliki oleh konsumen. Transaksi adalah sesuatu yang sangat diharapkan atau goal dari kegiatan sales.

Sales dan marketing adalah dua hal yang berbeda bukan? Sales merupakan bagian dari marketing. Marketing adalah proses kegiatan distribusi barang dari awal sampai akhir. Sementara, adalah aksi yang melibatkan interaksi antara konsumen dengan bagian sales, baik itu interaksi secara langsung maupun interaksi secara tidak langsung.


Sumber/Referensi;
Miyosi Ariefiansyah, Strategi Gila Menjadi Sales No 1, Penerbit Laskar Aksara, Jabar