Menumbuhkan Jiwa Patriotisme dalam Diri Anak


BAYUPRADANA.COMMenumbuhkan Jiwa Patriotisme dalam Diri Anak - Mempersiapkan Aspek Ruhiyah, Akal, Jiwa, dan Fisik Anak

Harus kita akui bahwa umat Islam saat ini sedang berada dalam keadaan lemah dan hina. Musuh-musuh agama ini sedang merongrong kita dari luar dan dari dalam. Masjid Al-Aqsha kita sedang dijajah dan setiap harinya ratusan saudara muslim kita di Palestina diserang tanpa ampun.

Solusi krisis ini cuma satu, yaitu kembalinya kaum muslimin kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Setelah itu barulah panji-panji Islam bisa ditegakkan. Maka, tugas kita adalah menyiapkan dan mendidik generasi yang akan kembali membuat agama Islam berjaya. Proses mendidik generasi tersebut jauh lebih penting daripada mempersiapkan sarana dan prasarananya. Bagaimana caranya?

  • Mempersiapkan Ruhiyah
Ikatlah jiwa buah hati Ayah dan Ibu dengan penciptanya Tanamkan dalam jiwanya rasa haus akan pahala dan Ridha Allah ta'ala. Dengan begitu, ia akan bersegera untuk memenuhi setiap perintahNya.

Allah SWT berfirman:

 وَ عَجِلْتُ اِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضٰى
wa 'ajiltu ilaika robbi litardhoo

"Dan aku bersegera kepada-Mu, ya Tuhanku, agar Engkau rida (kepadaku)."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 84)

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

Caranya adalah dengan membiasakan buah hati Ayah dan Ibu untuk beribadah: salat, puasa, Tilawah Alquran, zakat Haji dan dzikir. Mempelajari kisah-kisah Pahlawan Islam kemudian menjadikan mereka sebagai panutan.

  • Mempersiapkan Akal
Ceritakan kepada buah hati Ayah dan Ibu tentang keadaan kaum muslimin pada zaman ini titik kemudian, bandingkan dengan keadaan kaum muslimin pada zaman Khulafaur Rasyidin, pada zaman Bani Umayyah, dan pada zaman Bani Abbasiyah. Tujuannya agar buah hati ayah dan bunda mengerti betapa jauh perbedaan antara kaum muslimin saat ini dan dulu.

Selain itu, pendidikan ini bisa juga dilakukan dengan mempelajari sirah Rasulullah secara bertahap titik kemudian, mempelajari kisah-kisah para sahabat beliau, dan juga kisah pemimpin pemimpin Islam yang sholeh. Selain itu, bisa juga dengan cara memperdalam keimanan kepada Qada dan Qadar.

  • Mempersiapkan Mental
Ayah dan Ibu harus melatih dan membiasakan buah hati untuk sabar dan hidup dalam kesederhanaan. Misalnya dengan cara-cara berikut.


  • Mendidik Kesederhanaan
Tidak bermewah-mewahan dalam makan sama minum, dan berpakaian.

Biasakan buah hati untuk tidak pilih-pilih makanan.

Sesekali, lati ia untuk merasakan kesulitan dalam memperoleh kebutuhannya agar jiwanya tidak menjadi tawanan hawa nafsu.

Biasakan ia untuk tidur lebih awal dan juga bangun lebih awal.

Tidak memanjakannya
dengan berbagai macam fasilitas.

  • Mendidik Kesabaran
Biasakan buah hati untuk berpuasa sejak dini secara bertahap. Ingatlah, puasa adalah setengah kesabaran.

Biasakan buah hati untuk menghidupkan malam. Bangunkan ia beberapa saat sebelum Subuh untuk sholat tahajud. Kemudian, secara bertahap bangunkan buah hati di awal sepertiga malam. Biasakan untuk qiyamul lail di bulan Ramadhan, lalu dilanjutkan dengan makan sahur. Dengan begitu, buah hati Ayah dan Bunda akan mampu mengalahkan nafsu tidurnya.

Saat berusia 8 tahun ke atas, ikutkan buah hati Ayah dan Ibu dalam kegiatan pramuka atau perkemahan Islami agar mendapat pelatihan mental dari karakter dan ustadz atau guru yang shaleh dan kompeten.

  • Mempersiapkan Fisik
Rasulullah bersabda, "Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih di cintai Allah daripada mukmin yang lemah meskipun dalam diri keduanya terdapat kebaikan." (HR. Muslim)

Ayah dan Ibu, berdasarkan hadis tersebut, sebagai seorang muslim selayaknya kita hidup dengan kondisi fisik yang kuat dan Prima. Oleh karena itu, Ayah dan Ibu harus membiasakan buah hati untuk tumbuh dan berkembang dengan pola hidup yang baik. Misalnya dengan hal-hal berikut.

- Tidak terlalu banyak makan sama minum dan tidur.

- Olahraga secukupnya titik misalnya bermain futsal, bersepeda, berenang memanah dan berkuda.

- Mengikutsertakan buah hati dalam kegiatan pramuka atau perkemahan Islami titik di sana ia Bisa berlatih berenang, berlari berjalan jarak jauh siang dan malam sama mendaki gunung, dan berolahraga halang rintang.

Allah SWT berfirman:

اِنْفِرُوْا خِفَا فًا وَّثِقَا لًا وَّجَاهِدُوْا بِاَ مْوَا لِكُمْ وَاَ نْفُسِكُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ ذٰ لِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
infiruu khifaafaw wa siqoolaw wa jaahiduu bi`amwaalikum wa anfusikum fii sabiilillaah, zaalikum khoirul lakum ing kuntum ta'lamuun

"Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 41)

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

  • Melatih Anak Berjihad dengan Harta
Dalam Alquran, Allah selalu mendahulukan jihad dengan harta sebelum jihad dengan raga. Ada dua hikmahnya. Pertama Oma jihad tidak akan pernah terlaksana tanpa adanya harta. Kedua, orang yang tidak bisa menyumbangkan hartanya untuk jihad, pasti tidak akan sanggup menyerahkan raganya. Wallahu a'lam.

Maka, Ayah dan Ibu wajib mendidik buah hati untuk berhemat dalam mengeluarkan uang titik Selain itu, Ayah dan Ibu juga perlu mendidiknya agar gemar menabung. Didik juga supaya buah hati mau berinfak dijalan Allah. Jangan lupa, Berikan pemahaman kepadanya bahwa jumlah harta yang disedekahkan dijalan Allah akan diganti lebih dari 700 kali lipat di Surga kelak. Insya Allah.

Ayah dan Ibu, jika kita mau memperhatikan sejenak, orang-orang yang membuang-buang uangnya untuk bermewah-mewahan pasti sangat pelit ketika diajak untuk bersedekah di jalan Allah. Oleh karena itu, melawan pemborosan dalam masyarakat hakekatnya adalah ajakan untuk berinfak dijalan Allah. Kita berusaha menjaga agar harta umat Islam tidak lari ke kantong-kantong musuh Allah. Sebaliknya, kita tabung untuk membiayai jihad yang dilakukan saudara-saudara Muslim kita di Palestina, Rohingya, atau di belahan bumi lainnya.


Sumber/Referensi;
Dr. Khalid Ahmad Syantut, Rumahku Madrasah Pertamaku, Penerbit Maskana Media, 2018