Memberikan Anak Uang, Bolehkah?


BAYUPRADANA.COMMemberikan Anak Uang, Bolehkah? - Mungkin banyak diantara kita yang melakukan kesalahan tanpa sadar ketika mendidik buah hati. Salah satunya adalah mendidik anak mencintai uang atau memberikan uang dengan cara yang sangat mudah tanpa usaha dan lelah. Sehingga ketika dewasa, ia tidak memahami nilai uang tersebut. Ia pun akan menggunakan uangnya untuk hal-hal yang tidak penting. Jika uang menipis, ia akan mendapatkannya lagi dengan cara apapun, tidak peduli halal atau haram.

Nah, selain kesalahan diatas, ada juga kesalah-kesalah yang mungkin pernah kita lakukan. Miasalnya,

Memberikan uang saku harian/mingguan/bulanan untuk anak kecil. Jika telat diberikan, anak akan menagih seakan itu haknya.

Memberi uang jika anak marah atau sedih. Dengan melakukannya, kita seakan-akan membeli kesenangan anak dengan uang.

Menerima uang setiap kali ada saudara yang berkunjung. Termasuk budaya angpau yang diberikan saat Hari Raya. Karena menjadi kebiasaan rutin dan tanpa diberi pemahaman, anak akan selalu menantinya. Bahkan, ada juga yang tanpa malu langsung memintanya.

Sebagian uang tersebut digunakan buah hati untuk membeli permen atau jajanan di pinggir jalan yang bisa membahayakan kesehatannya. Tapi, efek bahaya tersebut tidak seberapa dibandingkan dengan bahaya psikologi dan bahaya moral yang akan dialaminya. Diantaranya adalah sebagai berikut.

Buah hati menjadi terbiasa untuk mendapatkan uang secara mudah tanpa usaha dan lelah. Padahal, sifat dasar manusia adalah gampang membuang sesuatu yang didapatkannya dengan mudah. Berlaku sebaliknya. Oleh karena itu, anak akan cenderung menggunakan uangnya untuk hal yang tidak bermanfaat. Ia pun dengan cepat menghabiskannya. Jadi, ia sudah terbiasa boros sejak kecil.

Buah hati akan melihat uang sebagai kehormatan. Ia akan menghormati atau meyukai orang-orang yang memberikan uang. Dengan bahasa yang lebih lugas, ia terbiasa menjual harga dirinya sejak kecil demi uang.

Ketika beranjak dewasa dan sumber pemasukan keuangannya berkurang, tidak menutup kemungkinan anak akan cari solusi dengan cara mencuri, entah dari orang tuanya, kakak-kakaknya, atau teman-temannya.

Jadi, ini adalah masalah yang sangat penting. Ayah dan Ibu harus benar-benar bijaksana dan bertindak atas dasar ilmu ketika mendidik buah hati ketika berkaitan dengan uang. Jangan sampai nilai dan kehormatan buah hati Ayah dan Ibu rusak karena pendidikan yang salah. Na'udzubillah.


Sumber/Referensi;
Dr. Khalid Ahmad Syantut, Rumahku Madrasah Pertamaku, Penerbit Maskana Media, 2018