Cara Melatih Adab dan Etika Sosial Anak Usia Dini


BAYUPRADANA.COMMelatih Adab dan Etika Sosial Anak Usia Dini - Perlu melatih adab dan etika buah hati sejak usia dini. Caranya adalah dengan memberi keteladanan, mengajarkan, mengawasi, dan membiasakannya untuk menerapkan adab tersebut dalam aktivitas sehari-hari.

Adab Makan

Ajarkan buah hati untuk:
➤ Mencuci kedua tangan dan mulut sebelum dan sesudah makan.
➤ Duduk ketika makan.
➤ Mengucapkan bismillah sebelum makan dan mengucapkan alhamdulillah sesudah makan.
➤ Mengambil suapan kecil dan mengunyahnya tanpa buru-buru.
➤ Tidak makan terlalu banyak karena makan banyak adalah salah satu sifat binatang.
➤ Makan dan minum dengan tangan kanan.
➤ Mengambil makanan yang terdekat/
➤ Tidak berbicara ketika makan tentang hal-hal yang menjijikkan.

Adab Minum

Ajarkan buah hati untuk:
Duduk ketika minum.
➤ Mengucapkan bismillah sebelum minum dan mengucapkan alhamdulillah sesudah minum.
➤ Minum dengan 3 kali tegukan, setelah itu bernafas di luar gelas.
Tidak terburu-buru saat minum.
Tidak minum dari gelas perak dan emas, atau dari gelas yang retak karena Rasulullah melarang hal tersebut.
➤ Ketika menyuguhkan minum untuk tamu, dahulukan orang yang paling tua, kemudian orang yang ada di sebelah kanannya.

Adab Masuk ke Kamar

Ajarkan buah hati untuk:
➤ Usia 2 sampai 6 tahun, Mengetuk pintu dan meminta izin sebelum masuk ke kamar Ayah dan Ibu atau kakaknya (baik laki-laki maupun perempuan), terutama sebelum waktu subuh, saat tengah hari, dan setelah waktu Isya. Selain tiga waktu tersebut, ia boleh masuk tanpa minta izin. Allah berfirman,

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِيَسْتَـأْذِنْكُمُ الَّذِيْنَ مَلَكَتْ اَيْمَا نُكُمْ وَا لَّذِيْنَ لَمْ يَـبْلُغُوا الْحُـلُمَ مِنْكُمْ ثَلٰثَ مَرّٰتٍ ۗ مِنْ قَبْلِ صَلٰوةِ الْفَجْرِ وَحِيْنَ تَضَعُوْنَ ثِيَا بَكُمْ مِّنَ الظَّهِيْرَةِوَمِنْۢ بَعْدِ صَلٰوةِ الْعِشَآءِ

yaaa ayyuhallaziina aamanuu liyasta`zingkumullaziina malakat aimaanukum wallaziina lam yablughul-huluma mingkum salaasa marroot, ming qobli sholaatil-fajri wa hiina tadho'uuna siyaabakum minazh-zhohiiroti wa mim ba'di sholaatil-'isyaaa`,

"Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig (dewasa) di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan), yaitu sebelum sholat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan setelah sholat isya."
(QS. An-Nur 24: Ayat 58)

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

➤ Usia 7 sampai 12 tahun. Banyak waktu larangan buah hati untuk masuk ke kamar orang tanpa izin. ➤ Usia 12 tahun keatas. Harus izin setiap mau masuk ke kamar orang lain.

Adab di Toilet

➤ Ajarkan buah hati untuk:
Membaca doa sebelum masuk toilet.
Masuk dengan melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu.
Menutup pintu toilet.
Tidak membaca ayat Alquran, berbicara atau bernyanyi dalam toilet.
Mencuci kedua tangan dengan sabun.
Keluar dengan melangkahkan kaki kanan terlebih dahulu.
Membaca doa setelah keluar toilet

Adab Bertamu

Ajarkan buah hati untuk:
Mengetuk pintu dan mengucapkan salam dengan sopan, kemudian berdiri di samping pintu. Jangan berdiri menghadap ke pintu agar tidak melihat ke dalam rumah saat pintu dibuka.
Jika belum dibuka tunggu sebentar kurang lebih sekitar 2 rakaat salat sunnah. Lalu ke mana Ketuk lagi untuk kedua kalinya. Jika ada jawaban sampai ketukan yang ke tiga, pulanglah.
➤ Jika pemilik rumah bertanya, "siapa yang mengetuk pintu?", Jawablah dengan menyebut nama. Jangan hanya menjawab, "saya!".
➤ Masuk setelah dipersilahkan.

Adab Menelpon

Ajarkan buah hati untuk:
➤ Ttidak menelpon sebelum waktu subuh, saat tidur siang, dan setelah isya.
Awali dan akhiri obrolan di telepon dengan salam.
Tidak mengobrol terlalu lama di telepon.
➤ Menggunakan bahasa yang sopan dan lembut, tidak berteriak.
Jangan ajarkan buah hati untuk berbohong, misalnya dengan berkata, "Tolong bilang, Ayah sedang tidak ada!". Tapi, katakan kepada buah hati "Ayah sedang sibuk, nanti Ayah akan telepon balik."

Adab dalam Majelis

Ajarkan buah hati untuk:
➤ Masuk sambil mengucapkan salam.
Duduk di tempat yang kosong dan terdepan, atau tempat yang sudah ditentukan sebelumnya.
Tidak duduk menyala di antara dua orang kecuali setelah meminta izin kepada keduanya.
Meminta izin ketika ingin keluar.
Tidak perlu berdiri untuk menyambut orang yang datang, kecuali orang yang datang dari luar kotak, orang tua, guru, ulama, ayau pemimpin.
➤ Mendahulukan orang yang berada di sebelah kanan saat bersalaman atau saat menjamu tamu.
➤ Tidak berbicara sebelum diizinkan.
Tidak berbicara panjang lebar dan tidak memotong pembicaraan orang lain.
➤ Berbicara dengan intonasi suara yang sesuai, tidak terlalu pelan dan tidak juga terlalu keras.
Tidak berbisik-bisik dengan orang yang berada di sebelahnya.
➤ Melihat ke arah orang yang berbicara dan sabar mendengarkan sampai orang tersebut selesai berbicara.
➤ Membiasakan untuk banyak mendengar dan sedikit berbicara.
➤ Menutup majelis dengan doa.

Adab Mengucapkan Salam

Ajarkan buah hati untuk:
➤ Mengucapkan salam setiap bertemu dengan sesama muslim.
➤ Ucapkan salam setiap masuk dan keluar rumah.
Menjawab salam dengan salam yang lebih lengkap.

Adab Tidur

Ajarkan buah hati untuk:
Tidur lebih awal, usahakan setelah salat Isya.
Bangun pagi sesuai dengan usianya. Saat berusia 6 tahun, latihlah buah hati untuk mengerjakan salat subuh titik kemudian, setelah berusia 7 tahun, mulai dibiasakan untuk mengerjakan salat Subuh. Kemudian, setelah berusia 7 tahun, mulai dibiasakan untuk mengerjakan sholat Subuh pada waktunya.

Tidur dengan posisi miring kekanan dan menghadap ke kiblat.
Ajarkan dia doa tidur
Memisahkan kamar tidur anak laki-laki dan anak perempuan sejak mereka berusia 5 atau 6 tahun. Adapun sesama anak laki-laki atau sesama anak perempuan, cukup dipisahkan dan ranjangnya atau minimal tidak tidur dalam satu selimut.

Adab Saat Bersin dan Menguap

Ajarkan buah hati untuk:
Menutup mulut dan hidung saat bersin.
Memalingkan wajah dari orang lain dan dari makanan atau minuman saat bersin.
Memuji Allah setelah bersin dengan mengatakan, alhamdulillah.
Orang yang ada di dekatnya menjawab, yarhamukallah.
➤ Kemudian, dijawab kembali dengan doa, yahdi kumullaha wayuslihi baalakum.
Mengingatkan jika ada teman yang lupa membaca hamdalah setelah bersin.
Menutup mulut dengan tangan ketika ingin menguap, atau lebih baik jika berusaha untuk menahannya.
Beristighfar setelah menguap.

Adab kepada Orang Tua dan Saudara

Ajarkan buah hati untuk:
Menaati Ayah dan Ibu. Tentunya, ketaatan yang dimaksud bukanlah ketaatan dalam kemaksiatan kepada Allah.
Tidak cemberut dan tidak meninggikan suara di hadapan Ayah dan Ibu.
Bersikap sopan dihadapan Ayah dan Ibu.
Rajin membantu Ayah dan Ibu. Misalnya, Ayah dan Ibu bisa meminta tolong buah hati yang berusia 6 tahun untuk membeli keperluan sederhana di warung tetangga, atau memintanya untuk menyapu kamar. Setelah itu, berikan hadiah kecil untuknya.
Tidak keluar rumah kecuali setelah meminta izin kepada Ayah dan Ibu.
Mencium tangan Ayah dan Ibu ketika keluar dan masuk rumah.
Mendoakan Ayah dan Ibu.
Menghormati dan membantu kakaknya.
Menyayangi dan membantu adiknya.

Adab Kepada Tetangga

Ajarkan buah hati untuk:
Ikut menjaga barang-barang milik tetangga. Misalkan, jika ada barang milik mereka yang jatuh, ajaklah buah hati Ayah dan Ibu untuk mengembalikannya kepada tetangga.
Tidak mengintip rumah tetangga lewat balkon atas rumah ataupun yang lainnya.
Tidak mengganggu tetangga dengan suara keras radio, TV, atau suara suara berisik lainnya.
Tidak membuang sampah di depan rumah tetangga.
Sering berkunjung ke rumah tetangga.
Berbagi makanan dengan tetangga.



Sumber/Referensi;
Dr. Khalid Ahmad Syantut, Rumahku Madrasah Pertamaku, Penerbit Maskana Media, 2018