Faktor Penyebab Korupsi, Dalam Perspektif Teori, Internal dan Eksternal



BAYUPRADANA.COMFaktor Penyebab Korupsi, Dalam Perspektif Teori, Internal dan Eksternal Penyeban Korupsi - Pada artikel sebelunya menenai pengertian korupsi, perbuatan dan bentuk korupsi. Pembahasan selanjutnya yakni mengenai faktor penyebab korupsi, penyebab korupsi dalam perspektif teori, faktor internal dan eksternal penyebab korupsi.

Faktor Penyebab Korupsi
“Fight Corruption: be the one who helps build a better society”.

Dua Faktor Penyebab Korupsi

Faktor Internal
Faktor internal merupakan penyebab korupsi yang datang dari diri pribadi.

Faktor Eksternal
faktor penyebab terjadinya korupsi karena sebab-sebab dari luar.

Beberapa Pendapat Faktor Penyebab Korupsi
Ketika perilaku materialistik dan konsumtif masyarakat serta sistem politik yang masih "mendewakan“ materi maka dapat "memaksa" terjadinya permainan uang dan korupsi (Ansari Yamamah : 2009)

Korupsi akan terus berlangsung selama masih terdapat kesalahan tentang cara memandang kekayaan. Semakin banyak orang salah dalam memandang kekayaan, semakin besar pula kemungkinan orang melakukan kesalahan dalam mengakses kekayaan. Bagaimana menurut anda perilaku orang-orang yang memandang kekayaan dan uang sebagai suatu hal yang punya arti segala-galanya? Bagaimana bentuk penyadaran yang tepat?

Pendapat yang Mengarah Pada Faktor Internal
Isa Wahyudi

1. Sifat tamak manusia,
2. Moral yang kurang kuat menghadapi
godaan,
3. Gaya hidup konsumtif,
4. Tidak mau (malas) bekerja keras

Pendapat yang Mengarah Pada Faktor Internal
M. Arifin

1. Aspek perilaku individu
2. Aspek organisasi, dan
3. Aspek masyarakat tempat individu dan
organisasi berada

Pendapat yang Mengarah Pada Faktor Eksternal
Erry Riyana Hardjapamekas

1. Kurang keteladanan dan kepemimpinan elite bangsa,
2. Rendahnya gaji Pegawai Negeri Sipil,
3. Lemahnya komitmen dan konsistensi penegakan hukum dan peraturan perundangan,
4. Rendahnya integritas dan profesionalisme,
5. Mekanisme pengawasan internal di semua lembaga perbankan, keuangan, dan birokrasi belum mapan,
6. Kondisi lingkungan kerja, tugas jabatan, dan lingkungan masyarakat, dan
7. Lemahnya keimanan, kejujuran, rasa malu, moral da etika

Pendapat yang Mengarah Pada Faktor Eksternal
Indonesia Corruption Watch | ICW

1. Faktor politik,
2. Faktor hukum,
3. Faktor ekonomi dan birokrasi
4. Faktor transnasional.

1. Faktor Politik
Perilaku korup seperti penyuapan, politik uang merupakan fenomena yang sering terjadi. Terkait dengan hal itu Terrence Gomes (2000) memberikan gambaran bahwa politik uang (money politic) sebagai use of money and material benefits in the pursuit of political influence.

2. Faktor Hukum
Faktor hukum ini bisa lihat dari dua sisi, di satu sisi dari aspek perundang-undangan dan sisi lain adalah lemahnya penegakan hukum. Tidak baiknya substansi hukum, mudah ditemukan dalam aturan-aturan yang diskriminatif dan tidak adil; rumusan yang tidak jelas-tegas (non lex certa) sehingga multi tafsir; kontradiksi dan overlapping dengan peraturan lain (baik yang sederajat maupun yang lebih tinggi).

Praktik penegakan hukum juga masih dililit berbagai permasalahan yang menjauhkan hukum dari tujuannya. Secara kasat mata, publik dapat melihat banyak kasus yang menunjukan adanya diskriminasi dalam proses penegakan hukum termasuk putusan-putusan pengadilan.

3. Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi juga merupakan penyebab terjadinya korupsi. Hal itu dapat dijelaskan dari pendapatan atau gaji yang tidak mencukupi kebutuhan.

4. Faktor Organisasi
Organisasi dalam hal ini adalah organisasi dalam arti yang luas, termasuk sistem pengorganisasian lingkungan masyarakat. Organisasi yang menjadi korban korupsi atau di mana korupsi terjadi biasanya memberi andil terjadinya korupsi karena membuka peluang atau kesempatan untuk terjadinya korupsi.

Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh Kompas 29/7/2004 di kota Surabaya, Medan, Jakarta dan Makasar mengenai korupsi yang terjadi di tubuh organisasi kepemerintahan (eksekutif) maupun legislatif disebutkan bahwa tidak kurang dari 40% responden menilai bahwa tindakan korupsi dilingkungan birokrasi kepemerintahan dan wakil rakyat di daerahnya semakin menjadi-jadi. Hanya 20% responden saja yang berpendapat bahwa perilaku korupsi di Pemerintah Daerah dan DPRD masing-masing sudah berkurang.

Bagaimana organisasi pemerintahan di lingkungan saudara, apakah organisasi pemerintahannya cukup transparan, akuntabel, dan mempunyai pengawasan yang cukup baik? Saudara inventarisasi kegiatan apa saja yang cukup baik dan kegiatan apa saja yang mengandung perilaku korup yang mewarnai organisasi tersebut!

Problem
Sistem > Aturan/perundang-undangan, organisasi, keadilan, politik.
Penegakan Hukum > Undang-undang, organisasi, personel, kompetensi.
Sosial Kemasyarakatan > Permisifisme, perilaku/budaya, panutan, integritas
Kebangsaan > Nasionalisme, kepribadian, jati diri

Penyebab Korupsi Dalam Perspektif Teoritis
Cultural determinisme sering dipakai sebagai acuan ketika mempelajari penyebab terjadinya korupsi. Fiona Robertson-Snape (1999) bahwa penjelasan kultural praktik korupsi di Indonesia dihubungkan dengan bukti-bukti kebiasaan-kebiasaan kuno orang jawa.

Padahal bila dirunut prilaku korup pada dasarnya merupakan sebuah fenomena sosiologis yang memiliki implikasi ekonomi dan politik yang terkait dengan jabaran beberapa teori.

Teori Perilaku Korup
Teori Means-And Scheme: Robert Merton.
> menyatakan bahwa korupsi merupakan suatu perilaku manusia yang diakibatkan oleh tekanan sosial, sehingga menyebabkan pelanggaran norma-norma.

Teori Solidaritas Sosial
Teori lain yang menjabarkan terjadinya korupsi adalah teori Solidaritas Sosial yang dikembangkan oleh Emile Durkheim (1858-1917).

Teori ini memandang bahwa watak manusia sebenarnya bersifat pasif dan dikendalikan oleh masyarakatnya.

Teori Perilaku Korup
Gone Theory: Teori yang juga membahas mengenai prilaku korupsi, dengan baik di hadirkan oleh Jack Bologne (Bologne : 2006), yang dikenal dengan teori GONE. Ilustrasi GONE Theory terkait dengan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecurangan atau korupsi yang meliputi Greeds (keserakahan), Opportunities (kesempatan), Needs (kebutuhan) dan Exposure (pengungkapan).

FAKTOR INTERNAL, MERUPAKAN FAKTOR PENDORONG KORUPSI DARI DALAM DIRI, YANG DAPAT DIRINCI MENJADI:
Aspek Perilaku Individu

> Sifat tamak/rakus manusia.
> Moral yang kurang kuat
> Gaya hidup yang konsumtif.

Faktor Internal, Merupakan Faktor Pendorong Korupsi Diri, Yang Dapat Dirinci Menjadi:
Aspek Sosial

Perilaku korup dapat terjadi karena dorongan perilaku keluarga. Kaum behavioris mengatakan bahwa lingkungan keluargalah yang secara kuat memberikan dorongan bagi orang untuk korupsi dan mengalahkan sifat baik seseorang yang sudah menjadi traits pribadinya. Lingkungan dalam hal ini malah memberikan dorongan dan bukan memberikan hukuman pada orang ketika ia menyalahgunakan kekuasaannya.

Faktor Eksternal, Pemicu Perilaku Korup Yang Disebebkan Oleh Faktor di Luar Diri Pelaku
• Aspek sikap masyarakat terhadap korupsi
• Nilai-nilai di masyarakat kondusif untuk terjadinya korupsi.
• Masyarakat kurang menyadari bahwa korban utama korupsi adalah masyarakat sendiri.
• Masyarakat kurang menyadari bila dirinya terlibat korupsi.
• Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi akan bisadicegah dan diberantas bila masyarakat ikut aktif dalam agenda pencegahan dan pemberantasan.
• Aspek ekonomi
Pendapatan tdk mencukupi Memanfaatkan peluang
•  Aspek Politis
Instabilitas politik Kepentingan politis, meraih dan mempertahankan kekuasaan
• Aspek Organisasi
Kurang adanya sikap keteladanan pimpinan, tidak adanya kultur organisasi yang benar, kurang memadainya sistem akuntabilitas yang benar Kelemahan sistim pengendalian manajemen Lemahnya pengawasan.


Source: Materi Perkuliahan