Wisata Bedugul Kebun Raya Bali dan Danau Beratan Bedugul Tabanan Bali


Bedugul Kebun Raya Bali, Wisata Pendidikan Lingkungan dan Perkebunrayaan - Kebun Raya Bali atau biasa sering disebut Kebun Raya Bedugul merupakan salah satu objek wisata di Bali yang terkenal dan termasuk paling sering dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Hampir setiap paket wisata tour Bali menawarkan objek wisata ke Kebun Raya Bali.

Kebun Raya Bedugul adalah objek wisata yang dikenal sebagai wisata puncaknya Bali atau Kebun Raya Bali. Karena letaknya di ketinggian dengan akses jalan menuju lokasi yang berkelok ciri khas wisata puncak seperti halnya puncak Bogor, kalau di Sumatera Utara ada wisata puncak juga, namanya Berastagi, Parapat dan lain sebagainya. Saya juga sudah pernah kesana, karena asal saya Sumatera Utara, jadi dekat, beberapa kali perna kesana.

Obyek wisata Bedugul Kebun Raya Bali sering dijadikan tempat liburan keluarga, tempatnya yang nyaman, pepohonan yang tinggi nan hijau, berbagai macam jeninya, dengan tanaman bungan yang indah, rerumputan yang tipis terawat dan udaranya yang segar cocok dijadikan lokasi tamasya ala keluarga. Tak hanya wisata bagi keluarga, sering kali kelompok, organisasi, perusahaan atau instansi melakukan kegiatan semacam outbound di Bedugul Kebun Raya Bali.

Akhir pekan lalu, 12/10 saya dan keluarga kecil saya baru saja berwisata ke Bedugul Kebun Raya Bali. Wisata ala keluarga, banyak bawaan waktu itu, dari mulai makanan ringan sebagai cemilan untuk menemani waktu bersantai lengkap dengan kopinya, kami juga membawa bekal makanan nasi dan lauk pauk dari rumah serta alas tikar tak luput dari bawaan kami, maklum ya namanya keluarga yang sedang berwisata di tempat wisata keluarga, nama kerennya piknik hehe.

Bedugul Kebun Raya Bali, salah satu hutan lindung di Bali, berfungsi sebagai paru-paru udara. Kalian bisa baca sejarah lengkapnya Kebun Raya Bali dibawah ini. Dilansir dari situs resmi kebunrayabali.com

Sejarah Kebun Raya Bali
Berawal dari gagasan Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo, Direktur Lembaga Pusat Penyelidikan Alam yang merangkap sebagai Kepala Kebun Raya Indonesia, dan I Made Taman, Kepala Lembaga Pelestarian dan Pengawetan Alam saat itu yang berkeinginan untuk mendirikan cabang Kebun Raya di luar Jawa, dalam hal ini Bali. Pendekatan kepada Pemda Bali dimulai tahun 1955, hingga akhirnya pada tahun 1958 pejabat yang berwenang di Bali secara resmi menawarkan kepada Lembaga Pusat Penyelidikan Alam untuk mendirikan Kebun Raya di Bali.

Berdasarkan kesepakatan lokasi Kebun Raya ditetapkan seluas 50 ha yang meliputi areal hutan reboisasi Candikuning serta berbatasan langsung dengan Cagar Alam Batukau. Tepat pada tanggal 15 Juli 1959 Kebun Raya “Eka Karya” Bali diresmikan oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo, Direktur Lembaga Pusat Penyelidikan Alam sebagai realisasi SK Kepala Daerah Tingkat I Bali tanggal 19 Januari 1959 No. 19/E.3/2/4.

Nama “ Eka Karya ” untuk Kebun Raya Bali diusulkan oleh I Made Taman. “ Eka ” berarti Satu dan “ Karya ” berarti Hasil Kerja . Jadi “ Eka Karya ” dapat diartikan sebagai Kebun Raya pertama yang merupakan hasil kerja bangsa Indonesia sendiri setelah Indonesia merdeka. Kebun raya ini dikhususkan untuk mengoleksi Gymnospermae (tumbuhan berdaun jarum) dari seluruh dunia karena jenis-jenis ini dapat tumbuh dengan baik di dalam kebun raya. Koleksi pertama banyak didatangkan dari Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas, antara lain Araucaria bidwillii , Cupresus sempervirens dan Pinus masoniana . Jenis lainnya yang merupakan tumbuhan asli daerah ini antara lain Podocarpus imbricatus dan Casuarina junghuhniana.

Sejak resmi berdiri, perkembangan Kebun Raya “Eka Karya” Bali selalu mengalami pasang surut dengan silih bergantinya pengelolaan, yaitu antara Dinas Kehutanan Propinsi Bali dan Kebun Raya sendiri. Pengelolaan Kebun Raya sempat dua kali dititipkan pada Dinas Kehutanan Propinsi Bali, yaitu pada 15 Juli 1959 – 16 Mei 1964 dan setelah peristiwa G 30 S/PKI (1966 – 1975). Pengelolaan kebun secara langsung oleh staf kebun raya dilakukan juga selama 2 periode, yakni sejak 16 Mei 1964 – Desember 1965 dan 1 April 1975 hingga sekarang.

Sejak tahun 1964 hingga saat ini, Kebun Raya “Eka Karya” Bali telah mengalami 11 kali pergantian kepemimpinan dengan berbagai pembaharuan. Di bawah kepemimpinan I Gede Ranten, B.Sc. (1975 – 1977), luas kebun raya bertambah hingga 129,2 ha. Perluasannya diresmikan oleh Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia saat itu yaitu Prof. Dr. Ir. Tubagus Bachtiar Rifai pada tanggal 30 April 1976 yang ditandai dengan penanaman Chamae cyparis obtusa.

Di bawah kepemimpinan Ir. Mustaid Siregar, M.Si (2001 – 2008) luas kebun raya bertambah lagi menjadi 157,5 ha. Meski pada awal berdirinya ditujukan untuk konservasi tumbuhan berdaun jarum (Gymnospermae), kini Kebun Raya yang berada di ketinggian 1.250 – 1.450 m dpl dengan suhu berkisar antara 18 - 20°C dan kelembaban 70 – 90% ini berkembang menjadi kawasan konservasi ex-situ tumbuhan pegunungan tropika kawasan timur Indonesia. Statusnya saat ini adalah Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya “Eka Karya” Bali.

Kebun Raya Bali Memiliki Program Pendidikan Lingkungan dan Perkebunrayaan
Salah satu Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) yang saya lansir dari situs resmi Kebun Raya Bali yakni mengenai Program Pendidikan dan Perkebuanan . Kebun Raya Bali memiliki kekayaan tumbuhan dari seluruh dunia dengan tema pertamanan yang beragam. Kebun ini juga dilengkapi dengan rumah kaca, kolam dan patung-patung.

Sekolah dan Universitas dapat memanfaatkan kebun sebagai sarana pengajaran dan pembelajaran bagi guru dan siswa. Disini guru dan siswa dapat melihat, memegang sekaligus mencium berbagai keunikan bentuk dan aroma tanaman, sekaligus belajar berbagai habitat dan lingkungan hidupnya.

Kebun Raya Bali juga memiliki Program Pendidikan Lingkungan dan Perkebunrayaan. Disini siswa akan dipandu oleh fasilitator untuk berkeliling kebun dan mempelajari berbagai isu yang berkaitan dengan tumbuhan, lingkungan, dan aspek budayanya. Program ini tersedia untuk berbagai tingkatan pendidikan dari SD, SMP dan SMU".

Nah, itu tadi sejarah singkat Kebun Raya Bali. Selain sebagai tempat wisata di Bali, juga sebagai sarana pengajaran dan pembelajaran juga lo.

Ok kita lanjut ya. Jika kalian ingin berwisata ke Bedugul Kebun Raya Bali tentu kalian bertanya dong, berapa tiket masuk dan biaya lainnya. Berikut saya rangkum biaya tiket masuk dan parkir baik roda dua dan roda empat di Kebun Raya Bali.

Harga Tiket Masuk Kebun Raya Bali
  • Tiket masuk Rp 9.000/orang.
  • Tiket parkir kendaraan roda dua Rp 3.000/motor.
  • Tiket parkir mobil roda empat Rp 5.000/mobil.
  • Tiket parkir bus Rp 10.000/ bus.
  • Tiket masuk mobil ke kawasan botanical garden Bedugul, Rp 10.000/mobil.

Lokasi Kebun Raya Bali

Kebun Raya Bali atau Kebun Raya Bedugul beralamatkan di jalan Kebun Raya, Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Lebih kurang 55 km dari pusat Kota Denpasar berdasarkan google maps dengan waktu tempu 1 jam 35 menit dengan arus lalu lintas yang lancar. Jika dari Bandara Internasional Ngurah Rai berjarak 63 km dengan waktu tempuh 1 jam 57 jika arus lalu lintas lancar.

Google Maps Kebun Raya Bali
Berikut kalian bisa temukan Kebun Raya Bali melalui layanan google maps dengan mengklik atau mengakses tautan berikut ini.

Objek Wisata Terdekat Dengan Kebun Raya Bali
Setelah berkunjung ke Kebun Raya Bali, tempat wisata yang searah dan biasanya sering ditawarkan dalam satu paket tour wisata di Bali adalah wisata Danau Beratan. Tempat wisata yang selalu ramai pengunjung yang ingin melihat Danau Beratan. Selain daya tarik danaunya, terdapat pura di pinggir danau yang dibangun diatas tanah yang menyerupai pulau di pinggiran danau yakni Pura Ulun Danu Beratan. Jika air sedang pasang, Pura Ulun Danu Beratan akan terlihat seperti mengambang.

Wisata Danau Beratan dikenal sebagai wisata yang memberikan daya tarik danaunya, selain itu Pura Ulun Danu Beratan juga menjadi daya tarik tempat wisata ini. Jika kita perhatikan, gambar Pura Ulun Danu Beratan terdapat pada salah satu sisi pecahan uang lama nominal Rp.50.000. Selain itu Pura Ulun Danu Beratan juga sering di jadikan ikon pariwisata Bali.

Biaya Tiket Masuk Wisata Danau Beratan
Sebelum menuju ke objek wisata Danau Beratan, sebaiknya kita persiapkan biaya tiket masuk tempat wisata ini. Tiket masuk wisata Danau Beratan Rp.20.000/Orang dan biaya parkir kendaraan roda dua atau motor Rp.2.000.

Setelah membayar tiket masuk wisata Danau Beratan, saatnya berwisataria. Kita dapat menikmati indahnya pohon cemara yang tumbuh tinggi menjulang dengan hamparan tumbuhan bunga yang berbagai macam jenisnya. Taman bunga yang tertata rapi dan bersih serta rerumputan yang hijau terawat menambah kesenangan saat berada di kawasan wisata Danau Beratan.

Objek wisata Danau Beratan berada pada ketinggian 1.239 meter diatas permukaan air laut, maka kita akan merasakan udara yang sejuk walau terik matahari. Jika kita membawa anak, makan kita juga sekalian bisa ajak main ke area taman yang terdapat beberapa patung hewan. Ada rusa, beruang, katak dan lainnya.

Wisata Air Danau Beratan
Jika ingin berkeliling danau beratan, kita dapat menyewa kendaraan air. Seperti sampan dayung harga sewanya Rp. 75.000/30 menit, perahu bebek Rp. 35.000/30 menit dan speed boat maksimal 5 orang Rp. 150.000. Kebetulan kami sedang tidak ingin mencobanya. jadi kami tidak mendekat ke tempat persewaan tersebut.

Selain itu ada resto atau tempat makan di dalam wisata Danau Beratan, serta fasilitas penting seperti toilet. Setelah berkeliling sambil berfoto-fotoria, sembari menikmati sejuknya udara di objek wisata Danau Beratan, dengan sisa waktu yang ada, kami memutuskan untuk mengakhiri wisata kali ini dan bergegas kembali menuju ke Kota Denpasar. Waktu sudah sore hari, matahari hampir terbenam, kami harus menempuh sekitar 1 jam 30 menit untuk sampai ke kota Denpasar.

Sekian dulu cerita wisata kami. Jika ingin liburan ke Bali, silahkan mampir ke objek wisata Bedugul Tabanan Bali.
Referensi:
  • https://www.kebunrayabali.com/sejarah.html
  • https://www.kebunrayabali.com/tupoksi.html