Teknik-Teknik Memancing Ikan Yang Perlu Diketahui Bagi Pemula


Teknik-Teknik Memancing Ikan Yang Perlu Diketahui Bagi Pemula - Tak hanya istilah-istilah dalam memancing ikan, teknik memancing juga perlu diketahui dan dipelajari agar saat memancing diberbagai spot atau tempat mancing kita dapat menyesuaikan karakter lokasi dan jenis ikannya.

Sebelunnya saya sudah menulis istilah-istilah dalam memancing yang populer bagi seorang pemancing  pemula seperti saya. Mungkin sobat sedang mencari dan ingin memperlajari juga istilah yang lazim disebut dalam dunia mancing. Tak hanya istilah, teknik memancing berikut perlu diketahui sebagai pemula.

Tekni memancing sangat penting dipelajari apalagi kegiatan mancing kita tidak hanya satu atau dua jenis tempat saja. Karakter ikan yang berbeda-beda sesuai jenisnya mengharuskan kita memahami teknik memancing sesuai kebutuhan saat ingin memancing diberbagai lokasi dengan jenis ikan yang beragam pula.

Berikut ini teknik memancing ikan yang perlu diketahui dan dipelajari untuk meningkatkan skill mancing
  • Hand Line 》Memancing tanpa menggunakan joran dan reel alias langsung pake tangan, namun tetap memakai line, timah dan mata kail.
  • Ngotrek 》Adalah mencari ikan untuk umpan memancing itu sendiri. biasanya rangkaian ngotrek itu terdiri dari beberapa matakail kecil yg berderet-deret atau berurutan. Target ikan selar, tembang, layang, como, kembung, sangir.
  • Ngoncer 》Memancing dipermukaan atau setengah air dengan menggunakan ikan hidup (LIVE BAIT) sebagai umpan ataupun umpan mati. Teknik ini sedikit unik bisa menggunakan timah/pemberat yang ringan. Line utama dipasang kili-kili peniti (snap swivel), kemudian disambungkan dengan mata kail dengan kawat nikelin sepanjang 10.cm. Umpan yang digunakan bisa hidup/mati seperti: sotong, selar, tamban, pelatah, tembang, layang, como, kembung, sangir, bahkan baby barracuda (alu- alu). Umpan hidup dibiarkan berenang menjauhi kapal, menuju lokasi yang paling akurat (tohor), sambil menunggu ikan pemangsa.
  • Bottom/Mancing Dasaran 》Teknik mancing yang menggunakan pemberat atau timah yang diikatkan di ujung rangkaian mata kail pancing, spot nya bisa di danau,muara,kolam,kali dan laut.
  • Trolling (Tonda/tunda) 》Memancing yang disebut trolling ini harus menggunakan reel khusus (Over Head) yang cukup kuat dengan joran khusus yang umumnya hanya terdiri dari 1 batang dan harus ditarik kapal dengan kecepatan 5-7 knot. Trolling ini biasanya menggunakan umpan buatan yang dibuat dari fiber glass, kayu atau plastik. Umpan palsu yang paling populer adalah yang disebut Rapala untuk memancing ikan ikan seperti Tenggiri dan Marlin, layaran. Ada jenis umpan palsu lain yang disebut Konahead yang berbentuk seperti cumi tapi berwarna menyolok untuk mancing ikan ikan sejenis Marlin, Layaran dan Lemadang.
  • Mancing Layang-Layang 》Teknik ini mirip dengan mancing tonda/trolling dengan menggunakan alat bantu layang-layang. Mancing ini biasanya dilakukan para nelayan di Kepulauan Seribu untuk mancing ikan cucut dengan umpan ikan kecil.
  • Casting 》Teknik memancing dengan cara umpan/lure dilempar sejauh mungkin, kemudian reel digulung dengan cepat. Memancing ini harus dilakukan terus menerus sampai ikan menyambar. Oleh karena itu cara mancing seperti ini termasuk Popping dan Jigging dikategorikan sebagai Sportfishing, casting biasanya dilakukan di muara, danau, sawah yang banjir, kali dan dari pinggiran laut, seperti dermaga, batuan, pantai, bahkan diatas kapal yang sedang berhenti / jalan dengan pelan. Untuk lure bisa memakai minnow atau jump frog dan frogy. Akan akan menyukai memancing dengan teknik casting ini dengan mempelajarinya di artikel Teknik Mancing Casting.
  • Surf Casting/Pasirian 》Teknik mancing ini dilakukan dipantai dengan menggunakan joran yang panjangnya kira-kira 4m dan biasanya terdiri dari 3 pieces (potong) dan harus disambung jadi satu. Jorannya hampir seperti joran spinning atau popping biasa hanya jauh lebih panjang. Para angler juga harus menggunakan reel yang khusus dan berukuran cukup besar (biasanya model spinning kelas 4000 keatas).
  • Rock Casting 》Teknik memancing ini hampir sama dengan teknik memancing Surf Casting dan menggunakan peralatan yang hampir sama pula, tetapi dilakukan dari atas batu karang (rock) atau pinggir laut yang curam, untuk memancing ini harus sangat hati-hati.
  • Popping 》Teknik mancing Popping ini pada dasarnya termasuk dalam kelompok Casting. Tetapi teknik Popping menggunakan joran yang cukup panjang, antara 180 sampai 210 cm dan terdiri dari 2 pieces yang disambung. Teknik popping khusus menggunakan “lure” yang disebut Popper yang biasanya berukuran besar dengan berat antara 80 sampai 100 gram. Umpan buatan yang dipakai terdiri dari 2 jenis. Yang pertama disebut “Chugger” yang kepalanya rata dan memiliki cekukan seperti mangkok. Chugger ini bila disentak sewaktu mengapung akan menimbulkan bunyi “pop, pop, pop” karena kepalanya menabrak air . Itulah sebabnya ia dinamakan “popper”. Jenis yang satu lagi dinamakan “Pencil” karena kepalanya “tajam” dan pensil ini tidak disentak sentak tetapi hanya ditarik terus-menerus.
  • Jigging 》Mancing teknik ini sebagai salah satu teknik mancing bukanlah sesuatu teknik yang baru muncul. Nelayan dari beberapa negara sejak ribuan tahun lalu telah mencoba “menipu” ikan dengan menggunakan umpan palsu yang dibuat dari timah atau logam lain berbentuk ikan kecil (metal jig) yang dilempar ke dasar laut lalu kemudian ditarik dengan cara fast jig, slow jig dan long jig. Lebih lengkap pengetahuan tentang mancing Jigging.
  • Nyumi/Squid Jigging 》Yaitu teknik memancing cumi dengan umpan mainan.
  • Garong 》Memancing ini sangat popular dengan sebutan “ngegarong” karna menggunakan sejenis mata kail yang bermata 6(enam) berbentuk seperti matahari yang disebut pancing “GARONG”.Uniknya seringkali (atau lebih sering) ikan yang digarong tertangkap bukan karena pancing nyangkut di mulutnya tetapi nyangkut di insang, di pipi, pundak, perut, buntut, dsb. memancing teknik ini biasanya menggunakan joran TEGEK/BEBEKAN yang khas disebut di jawa timur yaitu joran tanpa kolong-kolong (cincin/guide) yang panjangnya antara 3,5 m sampai 6 meter. Mancing cara “garong” ini harus menggunakan pelampung kecil yang dibuat dari kayu ringan.Untuk umpan bisa juga memakai pellet por, atau buah pepaya, lumut dll. Dan biasanya memancing ini di pinggiran laut seperti pelabuhan kapal dan batu-batuan.
  • Fly Fishing 》Yaitu salah satu istilah teknik memancing yang dikembangkan seorang bangsawan dari Inggris. Namun adapula yang menyebutkan bahwa fly fishing itu sudah ada sejak abad ke 2 masehi.Pada jaman Romawi kuno Claudius Aelinus, yang menyatakan memancing dengan menggunakan artificial fly. Secara umum fly fishing adalah seni memancing dengan menggunakan artificial bait berbentuk fly (serangga). Artificial flies ini bisa terbuat dari tying hair, fur, feathers, atau material lainnya baik yang natural ataupun synthetic. Perangkat memancingnyapun menggunakan joran khusus fly dan fly line khusus terbuat dari line yang di coated plastik. Fly fishing dapat dimainkan di freshwater maupun saltwater.
  • Drifting / Mancing Nganyut 》Adalah “slow trolling”. Drifting membuat kita dapat memancing diarea yang lebih luas dari pada dengan kapal berjangkar. Kapal akan berhanyut disebabkan oleh arus & angin. Kalau arus & angin searah, kapal akan drift cukup cepat, sedangkan kalau berlawanan arah kapal mungkin tidak akan bergerak.Karena itu biasanya sambil berhanyut mesin tetap hidup & si kapten mengatur kecepatan & arah bergerak kapal. Kenapa perlu berhanyut? Karena ada beberapa alasan: Lokasi yang ingin di cover luas dan waktu mancing terbatas. Laut terlalu dalam & tidak praktis menggunakan jangkar. Target ikan di tengah air, sedikit diatas dasar laut, atau ikan dasar yang bisa diundang ke “atas”, dan dasar laut adalah wreck (kapal tenggelam), bukit/lembah bawah laut, bongkahan karang, drop-off, tandes luas, etc. Drifting biasanya dikombinasikan dengan chumming berupa bongkahan daging ikan/kerang/udang 51. BILLFISH Jenis ikan berparuh, termasuk marlin hitam, marlin biru, marlin loreng, ikan tondak, dan ikan layaran. Sailfish.
  • Mancing Lobang atau Gopak 》Teknik memancing khusus untuk mancing ikan Nila/Mujair babon. Dengan mencari sarang atau lubang dari ikan Nila/Mujair babon yg berbetuk cekungan wajan. Caranya menggunakan rangkaian sistem glosor namun memakai pelampung yang panjang kurang lebih ukuranya sampai 30cm. Untuk umpannya pun cukup pakai steroform (gabus putih) atau spon dari bahan sandal. Fungsinya sebagai pengganggu sarang atau lubang,karena ikan Nila/Mujair sering membersihkan sarang lubang tersebut . Anda mempelajari lebih banyak tentang teknik ini di artikel Teknik Mancing Lubang atau Gopak.
  • Chumming 》Yaitu memberikan perangsang pada ikan dengan cara melempar-lempar umpan atau mengebom, supaya ikan tertarik untuk mendekat. Chumming sebaiknya jangan dilakukan terlalu banyak pada satu waktu, dan jangan terlalu cepat. Patokan yang biasa sering digunakan adalah, kalau umpan yang baru dilempar masih kelihatan dipermukaan, jangan ditambah, biarkan hilang perlahan-lahan. Setelah itu diamkan sebentar baru kemudian lempar lagi umpan dalam jumlah yang sama.
  • Ngoyor  》Memancing dengan setengah badan dan berendam didalam air.

Bagi pemancing yang handal, tentu teknik memancing yang dikuasainya bervariasi. Bahkan mereka dapat menciptakan teknik memancing sendiri sesuai dengan kebutuhan saat berada di spot mancing tertentu.

Teknik memancing ikan yang perlu diketahui dan dipelajari yang terangkum diatas mungkin masih banyak kekurangan ataupun belum semua teknik memancing tertulis disini. Jika sobat Angler ingin berbagi teknik memancing dapat menambahkan di kolom komentar dibawah ya. Terima kasih.


Sumber referansi:
Istilah dan Teknik Dalam Memancing yang Wajib Diketahui Para Pemancing https://bit.ly/2JkWOwp