Islam Merekatkan Papua Dengan Indonesia

September 03, 2019
ISLAM MEREKATKAN PAPUA DENGAN INDONESIA
Islam Merekatkan Papua Dengan Indonesia
Islam Merekatkan Papua Dengan Indonesia - “Lihat siapa mereka-mereka yang memberontak? Siapa mereka2 yg ingin melepaskan diri dari NKRI? Bukan kami Muslim Papua toh?” (Ust Fadzlan Garamatan).

Caption YouTube Harjunadhi Family
“Lihat siapa mereka-mereka yang memberontak? Siapa mereka2 yg ingin melepaskan diri dari NKRI? Bukan kami Muslim Papua toh?” (Ust Fadzlan Garamatan)
ISLAM MEREKATKAN PAPUA DENGAN INDONESIA (M Zaaf Fadzlan Rabbani Al-Garamatan, Ketua Umum Al-Fatih Kaaffah Nusantara [AFKN]) Masyarakat Indonesia dan luar negeri menganggap Papua sebagai daerah Kristen. Agama Islam yang menjadi agama pertama di daerah itu justru dianggap hanya sbg agama pendatang. Pendapat tersebut dibantah keras oleh M Zaaf Fadzlan Rabbani Al-Garamatan, Founder Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) tersebut membeberkan sejarah yang sebenarnya. Berikut petikannya. BAGAIMANA MENURUT ANDA DENGAN PENDAPAT YANG MENGATAKAN PAPUA SALAH PILIH MENGAPA PADA 1969 BERGABUNG DENGAN INDONESIA? Tidak ada yang salah pilih. Eh, Papua bergabung bukan sejak Penentuan Pendapat Rakyat (Papera) 1969. Bukan pula sejak 17 Agustus 1945, tapi dari dulu Papua sudah menjadi satu dengan daerah di Nusantara lainnya karena kesamaan iman, kesamaan agama, yaitu Islam. BUKANKAH PAPUA ITU DAERAH KRISTEN? Siapa bilang? Toni Victor M Wanggai dalam disertasinya berjudul “Rekonstruksi Sejarah Umat Islam di Tanah Papua” menuliskan bahwa Islam telah masuk ke Papua sejak abad XV atau abad sebelumnya, sementara agama Kristen dan Katholik baru disyiarkan ke Papua pada pertengahan abad XIX. LANTAS MENGAPA OPINI YANG BERKEMBANG PAPUA ITU DAERAH KRISTEN? Hal itu dipengaruhi oleh berkuasanya Belanda pada tahun 1850-an yang tidak saja mempunyai misi menjajah dan merampas hasil alam yg dimiliki oleh bumi Papua. Namun juga telah membuka kran gerakan penyebaran agama Kristen. BAGAIMANA CERITANYA ISLAM BISA SAMPAI KE PAPUA? Salah satu tradisi lisan yang berkembang di Fakfak, Papua Barat, bahwa Islam masuk ke Papua dibawa oleh Syaikh Iskandar Syah dari Kesultanan Samudera Pasai. Syaikh Iskandar Syah yang diperintahkan oleh Syaikh Abdurrauf yang merupakan putra ke-27 dari waliyullah Syaikh Abdul Qadir Jailani ini mulai menjejakkan dakwahnya di Papua pada abad XIII tepatnya 17 Juli 1214 di Mesia atau Mes, daerah itu kini lebih dikenal Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak. Orang pertama yang diajarkan oleh Syaikh Iskandar Syah bernama Kris-kris. Kris-kris ketika itu sudah menjadi Raja Patipi pertama. Kepada Kris-kris, Syaikh Iskandar Syah mengatakan, “Jika kamu mau maju, mau aman, mau berkembang, maka kamu harus mengenal Alif Lam Lam Ha (maksudnya Allah) dan Mim Ha Mim Dal (maksudnya Muhammad).” Tertegun Raja Kris-kris dengan nasihat dari ulama asal Pasai itu, hingga akhirnya ia menyatakan ingin memeluk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Kris-kris banyak menimba ilmu kepada Syaikh Iskandarsyah. Kebetulan dalam perjalanan itu, Syaikh Iskandar membawa beberapa kitab, di antaranya mushaf Alquran tulisan tangan, Hadits, Ilmu Tauhid, dan kumpulan doa-doa. Tiga bulan kemudian, Kris-kris diangkat menjadi imam pertama di Mesia. Menurut pewaris Kris-kris yg masih hidup di zaman sekarang Ahmad Iba, kitab2 itu ditulis di atas daun koba-koba, pohon asli Papua yang kini mulai punah. Ada pula manuskrip yang ditulis di atas pelepah kayu, mirip dengan manuskrip. Ada lagi informasi lain tentang datangnya Islam sebagai agama pertama yg dipeluk Papua. BAGAIMANA ITU? Dalam buku “Studi Sejarah Masuknya Islam di Fakfak” yang diterbitkan oleh Pemda Kab Fakfak, Papua Barat menjelaskan pada tanggal 8 Agustus 1360 dtg seorang mubaligh bernama Abdul Ghafar di Fatagar Lama. Kehadiran mubaligh asal Aceh ini di Semenanjung Onin dalam rangka mencari rempah-rempah yang melimpah ruah di Fakfak. Salah satu rempah yg terkenal di daerah ini adalah buah pala. Sebagai seorang mubaligh, Abdul Ghafar sangat tekun menjalankan shalat lima waktu. Kegiatan ibadah itu mendapat perhatian dari masyarakat sekitar, bahkan di antara mereka saling bertanya-tanya perihal yg dilakukan oleh Abdul Ghafar. Setelah Abdul Ghafar berhasil beradaptasi dg masyarakat dan mempelajari bahasa lokal, ia mulai mengajarkan agama Islam kepada masyarakat termasuk ttg kegiatan ibadah yg ia lakukan setiap hati. Abdul Ghafar menjelaskan, dicatat dalam buku tersebut, bahwa yang dilakukan dirinya itu sedang shalat, menyembah Allah pencipta langit dan bumi, serta segala isinya. Penjelasan ini menyentuh dan menggugah hati penduduk setempat, hingga akhirnya masyarakat mulai membuka diri utk menerima Islam. LANTAS MENGAPA KRISTEN BISA LEBIH BERKEMBANG PESAT? Itu tadi, Belanda datang. Selain menjajah, Belanda juga menyebarkan agamanya. Meski agama yang dianutnya keliru, tapi manajemen misionarisnya lebih tertata dibandingkan dengan Kesultanan Tidore yang kala itu mencakup Papua juga. ke depan yang perlu dilakukan kaum Muslimin adalah memperbaiki manajemen dakwah, support fasilitas (transportasi, listrik, dll) untuk menghidupkan perekonomian di sana. Serta urgen dibutuhkan banyak stok pakaian untuk menutup aurat para mualaf Papua. Dimuat pada rubrik WAWANCARA I Tabloid Media Umat edisi 169. Awal Maret 2016

You Might Also Like

0 Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan tinggalkan komentar yang baik dan membangun ya.

I AM

bayu pradana
Blogger Bungsu.

SHARING BLOGGING

Email: bayumedia17@gmail.com